Sekedar ikutan komentar saja. Menurut saya sih tidak ada bedanya Indonesia mendukung atau menolak. Toh dengan atau tanpa suara dari Indonesia pun sanksi akan tetap berjalan. Buat saya terus terang aja: Ngapain sih kita mikirin Iran? Solidaritas oke. Tapi kalau solidaritas itu menghancurkan diri sendiri bukankah itu namanya bodoh? Siapa yang bisa 100% menjamin bahwa Iran benar2 akan menggunakan nuklir untuk tujuan damai? Bagaimana seandainya ternyata digunakan untuk membuat senjata nuklir dan Indonesia sudah kadung menolak resolusi tersebut? Bukankah nantinya Indonesia akan tambah jelek di mata dunia? Bahkan mungkin dicap bersekongkol. Menurut saya akan jauh lebih baik untuk memikirkan bagaimana membantu rakyat keluar dari kemiskinan.
--- In [email protected], "Patrick" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pak Suprijodio, > > Saya ingin mengomentari opini Bpk. Saya sangat setuju atas sikap > pemerintah yg menyetujui RESOLUSI 1747. Sikap itu adalah sikap > pragmatis & yg paling rasional utk meredakan ketegangan atas isu > nuklir Iran. Knp? Karena, bila Indonesia menolak atau abstain & > menjadi PEJUANG HATI NURANI, maka eskalasi konflik akan semakin > tinggi. Iran akan merasa mendapat "angin" & semakin menampilkan aksi2 > konfliktual vis avis AS & negara Barat lainnya. Tidak mendapat angin > saja, Ahmadinejad sudah sangat amat konfrontatif, apalagi bila ia > mendapat angin???!!! > Jadi, apa artinya menjadi PEJUANG HATI NURANI jika malah MEMBUAT > MASALAH RUMIT MENJADI LEBIH RUMIT!!! Isu nuklir Iran tidak bisa kita > lepaskan dari isu hegemoni AS di Timur-Tengah (baca: konflik > Israel-Palestina & Irak)... Isu nuklir Iran TIDAK BERDIRI SENDIRI!! > Itu yg harus kita pahami bersama...Mari kita lihat lebih luas! > > Salam, > > Patrick Hutapea
