Maaf Dinda, Pasti Anda salah mengerti dengan apa yang saya maksudkan tidak "Normal" pada kaum Diffabel....hanya saja kalo istilah itu masih belum merata....saya merasa belum bisa kita gunakan untukse-hari-hari. Bagi saya pribadi yang sudah dua dekade bekerja dengan kaum yang Anda anggap diffabel saja baru mendengar istilah tersebut sekarang untuk pertama kalinya.
Justru model seperti anda lah yang ingin memaksakan kehendak dan selalu merasa yang paling benar itu akan lebih membuat orang "tidak normal" akan bertambah kecil hatinya. Saya cukup paham kapan mereka akan merasa didiskriminasi dan kapan mereka biasa-biasa saja. Yang saya alami meslipun sayamenggunakan istilah itu terhadap mereka....mereka hepi2 saja...yang menjadi masalah adalah mereka2 yang normal itulah.....yang selalu ingin menjadi pahlawan dari Kaum yang tidak normal itu. Maaf...and peace...... Salam hormat, Ratih --- Titiana Adinda <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Mari Berempati kepada > Penyandang Cacat > > Aku setuju dengan pendapat mas Adrian bahwa jangan > menyebut kaum diffable itu tidak normal.Banyak koq > diantara mereka yang berprestasi.Tapi ya itu wacana > tentang ketidaknormalan kaum diffable telah begitu > melekat di kepala kita.Jadi mohon Ibu Ratih bisa > meralatnya. > > Terima kasih, > > Salam hangat, > > Dinda
