Saya sangat setuju dengan pendapat rekan Chie One berikut ini:
"...Kita harus keluar dari keterpurukan, agar tidak selalu menjadi
bangsa yang miskin. Untuk itu, kita harus menguasai teknologi, salah
satunya dengan menguasai teknologi PLTN..." (chie one), tapi dengan
catatan: 

Saya awam terhadap teknologi Nuklir, tapi saya sudah cukup banyak
melihat akibat negatifnya, bila terjadi kesalahan dalam pengelolaan
teknologi itu. Faktor kesalahan manusia masih sangat tinggi di negeri
kita. Lihat pengelolaan teknologi transportasi. Untungnya masih ada
alam dan Tuhan yang kerap bisa disalahkan, untuk tidak mengakui bahwa
SDM kita di bidang teknologi masih rendah.

Dalam hal proyek PLTN ini, sebenarnya pertanyaan pokoknya adalah:
Mana yang lebih dipentingkan (sebagai tujuan): proyek PLTNnya atau
Energi (Listrik) yang dihasilkannya?

Kalau proyeknya yang lebih penting, tentu prioritasnya adalah proyek
ini jalan, apapun resikonya. Tapi kalau energi ynag dihasilkannya yg
lebih dipentingkan, proyek ini bisa ditunda atau bahkan dibatalkan,
dengan mencari alternatif sumber energi lainnya yang lebih aman bagi
kehidupan banyak makhluk. Saya kira masih banyak sumber energi lainnya
yg bisa dkembangkan oleh para ahli teknologi inovasi Indonesia yang
tidak saya ragukan kemampuannya (SDM).

Maka, sebelum teknologi PLTN, kuasai dulu teknologi-teknologi salah
lainnya, selain salah satunya yaitu PLTN itu. Main yakin saja kadang
tidak cukup. Perlu pembuktiannya. Sayangnya bidang nuklir ini tidak
bisa untuk coba-coba. 

Saya berharap jangan sampai PLTN ini dijadikan sebagai ajang untuk
menguji kualitas SDM bangsa. Terlalu mahal resikonya. Saya lebih
berharap lagi, jangan sampai teknologi demi teknologi,atau lebih
buruknya demi proyek, melainkan teknologi demi melayani umat manusia
dan alam.

Salam
Mulyadi



--- In [email protected], "bodo_kerlchen"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mbak / Mas, disini ngga ada yang lagi meremehkan diri sendiri .. 
> sejauh itu masih didalam jangkauan kapasitasnya, tentu kita semua 
> yakin akan kemampuan SDM kita. Pertanyaan sebenarnya adalah, anda 
> kenali jangkauan kapasitas SDM bangsa anda yang sebenarnya tidak ?? 
> Kalo mengakui sedang terpuruk, yuk kita upayakan keluar dari 
> keterpurukan dulu dong !! Jangan modal setel yakin aja .. emang dulu 
> ngga ngalamin, begitu banyak buang duit untuk "menguasai teknologi" 
> secara "instan" trus .. dapet KETAN .. ujung-ujung nya sampe 
> sekarang beras aja ngimport, yang justru sebelumnya kita ini salah 
> satu exportir !! Jadi dengan NUKLIR jangan maen yakin dan coba-coba 
> doangan, apalagi dalam kondisi sedang terpuruk (alias ngga fit?) 
> percaya deh .. kaga balik modal !!
> Salam,
> Bodo
> 
> --- In [email protected], chie one 
> <chieone02@> wrote:
> >
> > Sebenarnya kita yakin tidak dengan kemampuan SDM bangsa ini. Kalo 
> kita sendiri tidak yakin dengan kemampuan sendiri, bagaimana kita 
> mau keluar dari keterpurukan yang menghimpit bangsa ini.
> >   Kita harus keluar dari keterpurukan, agar tidak selalu menjadi 
> bangsa yang miskin. Untuk itu, kita harus menguasai teknologi, salah 
> satunya dengan menguasai teknologi PLTN. 
> >    
> >   Jadi saya pikir kalo bapak/ibu selalu meremehkan kemampuan ahli-
> ahli bangsa sendiri, sama saja dengan kita meremehkan sendiri.
> > 
> > Iwan Kurniawan <iwan@> wrote:
> >           Mengurus Lumpur tidak bisa kok mau urus PLTN. Memang Zat 
> radioaktif tidak
> > lebih bahaya dari Lumpur.
> >
>


Kirim email ke