Nah itu dia Pak Wal, kalau itu pertimbangannya, maka terjawablah pertanyaan saya saat saya memberi catatan atas pendapat saudara chie one: kalau OBYEKAN BESAR itu yang jadi sasaran dari MEGA PROYEK itu, pantas saja banyak pihak mati-matian memperjuangkan agar proyek PLTN tetap jalan. Itu yang saya sebut teknologi demi teknologi, atau malah teknologi demi proyek. Kalau proyek itu yang dikejar, tak heran keselamatan manusia dan mahkluk hidup di Gunung Muria itu tak begitu dipedulikan. Toh nanti kalau terjadi bencana, masih ada alam dan Tuhan yang bisa disalahkan. Kuasailah teknologi "SALAH LAINNYA" dulu, sebelum salah satunya: Nuklir.
Salam Mulyadi --- In [email protected], "walsuparmo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Salam, > Jangan lupa kalau PTLN di bangun di lereng Gg Muria yang padat > penduduknya PASTI ada OBYEKAN besar untuk pembebasan tanah sedangkan > kalau di PULAU tidak ada atau murah sekali harga tanahnya misalnya di > pulau KARIMUN JAWA atau pulau2 lain disekiarnya). > Wsaalam, > Wal Suparmo > > <stephanusmulyadi@> wrote: > > > > Saya sangat setuju dengan pendapat rekan Chie One berikut ini: > > "...Kita harus keluar dari keterpurukan, agar tidak selalu menjadi > > bangsa yang miskin. Untuk itu, kita harus menguasai teknologi, salah > > satunya dengan menguasai teknologi PLTN..." (chie one), tapi dengan > > catatan: > > > > >
