http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0704/05/humaniora/3437110.htm
=====================

Jakarta, Kompas - Bendera pusaka Merah-Putih yang dibuat Ibu 
Fatmawati direncanakan dipindahkan dari Istana Merdeka ke Monumen 
Nasional atau Monas pada bulan Mei ini. 

Pemindahan Sang Saka ini sebagai upaya konservasi dan juga supaya 
salah satu peninggalan bersejarah ini bisa dilihat masyarakat dan 
membentuk jati diri bangsa. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta Aurora Tambunan, 
di Jakarta, Rabu (4/4), mengatakan bahwa persiapan untuk pemindahan 
Sang Saka dari Ruang Pusaka di Istana Merdeka ke Ruang Kemerdekaan, 
di Monas, sudah siap. Landasan hukum pemindahan berupa surat 
keputusan menteri sekretaris negara juga sudah dikeluarkan awal tahun 
ini. 

"Untuk tanggal pastinya saya belum bisa bilang, tetapi dalam bulan 
Mei ini. Rencananya bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional 
nanti. Prosesi pemindahan sudah disiapkan. Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono akan menyerahkan Sang Saka kepada Gubernur DKI," kata 
Aurora. 

Bendera pusaka yang sejak tahun 2003 tidak lagi mendampingi 
pengibaran bendera duplikat saat peringatan HUT RI di Istana Merdeka, 
dikonservasi Unit Pelaksana Teknis Balai Konservasi Dinas Kebudayaan 
dan Permuseuman DKI. Bendera yang robek dan kusam yang dikonservasi 
tahun 2004 itu kemudian disimpan dalam posisi tergulung dalam vitrin 
di ruang pusaka Istana Merdeka. Vitrin itu tidak dilengkapi degan 
pengatur suhu, melainkan hanya diberi silica gel untuk menjaga 
kelembaban. 

Menurut Aurora, pemindahan Sang Saka ke Monas itu sesuai dengan 
amanat Presiden Soekarno saat merancang Monas. Presiden pertama RI 
itu menginginkan supaya bendera pusaka Merah-Putih dan teks 
proklamasi ditempatkan pada sebuah ruangan yang hening (solemn), 
yaitu di ruang kemerdekaan. 

"Bendera pusaka ini hanya bisa dilihat utuh oleh masyarakat selama 
bulan Juni-Agustus saja. Sebab, bendera ini tidak boleh banyak 
terpapar cahaya berlebihan," kata Aurora. (ELN) 



Kirim email ke