Apakah Presiden boleh membubarkan "IPDN" keramat ini?
  Kalau mungkin mari kita rame-reme SMS ke HP beliau di 0811109949
  Semoga berjaya....
   
  kcn,-

kukuh kumara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Kalau untuk jadi Presiden saja tidak perlu sarjana, lalu kenapa untuk 
jadi Camat & Lurah harus sekolah "khusus". Khusus jotosannya....mudah2an tempat 
saya tinggal Lurah atau Camatnya bukan lulusan dari STPDN atau IPDN....

Dengan kata lain untuk jadi Lurah dan Camat bisa dari lulusan mana 
sajalah...saya betul2 miris, prihatin melihat tayangan ulang yg saya sempat 
saksikan beberapa tahun yg lalu manakala ada mahasiswa STPDN yg tewas akibat 
penganiayaan oleh sesama siswa STPDN. Tadi sore rekaman itu diulang lagi dan 
korban jatuh lagi.

Ironis sekali siswa meninggal/tewas disebuah lembaga pendidikan karena ulah 
sesama siswa, jajaran pimpinan STPDN jelas gagal menghentikan mata rantai 
kekerasan di lembaga tersebut, dengan kata lain mata rantai kekerasan bisa saja 
akan merambah ke masyarakat melalui lulusan2 STPDN manakala mereka bekerja dan 
memperoleh kewenangan dan kekuasaan. Bagaimana saya bisa menepis kekhawatiran 
saya, karena setidaknya empat tahun siswa2 itu dididik dengan pola kekerasan 
tanpa dasar/nalar sama sekali.

Seperti yg disampaikan oleh Ryas Rashid disalah satu TV tadi sore, yg 
mengatakan kira2 inti pernyataannya sbb: saat mereka masuk ke STPDN dan telah 
melalui berbagai tes, tentunya mereka adalah siswa yg baik yg memenuhi 
persyaratan, lalu setelah didalam STPDN mereka menjadi "brutal"...Oleh karena 
itu bisakah kita berharap para lulusan itu menjadi Pamong2 yg baik bagi 
masyarakatnya???

Mudah2an ada yg bisa memberikan penjelasan

Salam masih dan semakin prihatin
Kukuh Kumara

Kirim email ke