Hukuman gantung yang dijatuhkan pada Saddam tidak ada
kaitan dengan ada tidaknya hubungan diktator itu
dengan al-Qaida. 

Saddam dihukum gantung setelah dia diputuskan bersalah
melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam sidang
peradilan yang berkait dengan kematian 142 penduduk
desa Dujail. Sidang peradilan diselenggarakan oleh
pemerintah Iraq dan digelar di Bagdad. 

Kalau anda lupa atau memang tak pernah tahu, peristiwa
Dujail berawal dengan percobaan pembunuhan terhadap
Saddam tanggal 8 Juli 1982 sewaktu iring-iringan
kendaraannya diberondong tembakan di kota kecil syiah
berpenduduk 10 ribu jiwa itu. 

Sebagai pembalasan Saddam memerintahkan pasukan khusus
militer dan keamanannya untuk melakukan pembersihan.
142 orang tewas atau di-eksekusi kemudian. 1500 orang,
banyak perempuan dan anak-anak dipurukkan ke penjara
dan menjalani penyiksaan. Yang lain dikirim ke kamp
kerjapaksa di gurun pasir. Kota itu dihancurkan dan
tanah pertanian seluas 1000 kilometer persegi
dimusnahkan dan baru boleh ditanami kembali 10 tahun
kemudian. 

Saddam juga diadili untuk kasus genosida terhadap suku
Kurdi yang menewaskan 182 ribu orang termasuk ribuan
yang mati gembung korban senjata kimia, tetapi sidang
itu tidak sampai selesai karena keputusan bersalah
atas kasus Dujail sudah cukup untuk mengirim dia ke
tiang gantungan setelah pengajuan kasasi oleh para
pengacaranya ditolak Mahkamah Agung Iraq. 

Dalam kasus kekejaman di Dujail itu juga dihukum
gantung Barzan Ibrahim al-Tikriti, saudara tiri
Saddam, mantan kepala badan intelijen al-Mukhabarat,
Taha Yassin Ramadhan, mantan wakil presiden, dan Awad
Hamid al-Bandar Al-S'adun, mantan hakim ketua mahkamah
revolusi.  

http://en.wikipedia.org/wiki/Dujail

Dujail was the site of an unsuccessful assassination
attempt against then Iraqi president, Saddam Hussein,
on July 8, 1982. The town was a stronghold of the
Shiite Dawa Party, a group strongly opposed to Saddam
Hussein and his war with Iran. Saddam Hussein was
visiting the town to make a speech praising those who
had served Iraq in the fight against Iran. While
driving through the village centre, his motorcade was
attacked by one or more members of the Dawa Party. The
president was unharmed in the three-hour firefight
which ensued.

Saddam Hussein ordered his special security and
military forces to carry out a reprisal attack against
the town, which resulted in a total of 148 of the
town's men being killed in the attack or executed
later, some as young as 13 years of age.[1] 1,500
people were also incarcerated and tortured, while
other residents, many of them women and children, were
sent to desert camps. Saddam's regime destroyed the
town and then rebuilt it shortly after. In addition to
these punishments, 1,000 square kilometres (250,000
acres) of farmland was destroyed; replanting was only
permitted 10 years later.[2]

A resident of Dujail recalled the incident at
Hussein's trial in December 2005, stating that he had
witnessed Baathist torture and murder in the
government reprisal, including the murders of 7 of his
10 brothers.[3] The executions in Dujail were the
primary charges for which Saddam Hussein was executed
by hanging on December 30, 2006. Barzan Hassan,
Hussein's half-brother and former Iraqi intelligence
chief, and Awad Bandar, former head of Iraq's
Revolutionary Court, were hanged on January 15, 2007
for their parts in the massacre.[4] Later, Taha Yassin
Ramadan, Saddam's former deputy and former
vice-president (originally sentenced to life in prison
but later to death by hanging), was likewise executed
on March 20, 2007, the fourth and last man in the
al-Dujail trial to die by hanging for crimes against
humanity. [5]



--- Muhammad Rivai Andargini <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
Maaf Moderator, dari sumber lain...
Mana omongan besar para petinggi AS yang selalu
gembar-gembor soal hubungan Saddam dengan Al-Qaeda ?
Jangan-jangan rencana menghabisi Iran dilatarbelakangi
alasan-alasan bohong sejenis.
Vavai

Setelah Digantung, AS Umumkan Saddam Tidak Terkait Al
Qaeda

Fitraya Ramadhanny - detikcom

Washington - Dephan AS melansir laporan yang
menyebutkan mantan Presiden Irak Saddam Husein tidak
terkait Al-Qaeda seperti digaungkan Presiden AS George
W Bush. Namun apa daya, Saddam sudah jauh lebih dulu
mengakhiri hidupnya di tiang gantungan.

Laporan yang dilansir /Washington Post/ seperti
dikutip /AFP/, Jumat (6/4/2007), sangat berlawanan
dengan argumen pemerintahan Bush sebelumnya. Invasi ke
Irak justru berlandaskan tuduhan keterkaitan Saddam
dengan Al Qaeda.

Jawaban ini sekaligus membantah laporan Staf Menhan AS
Douglas J Feith saat memberi rekomendasi kepada para
staf Wapres AS Dick Cheney. Feith menuduh Irak dan Al
Qaeda memiliki hubungan erat di 10 bidang termasuk
logistik, pelatihan dan pendanaan.

Cheney dalam sebuah wawancara radio tetap menilai Al
Qaeda memiliku hubungan dengan Irak. "Seperti saya
bilang, mereka (Al Qaeda) sudah ada sebelum menginvasi
Irak," kata dia. **(fay/fay)* *





 
____________________________________________________________________________________
8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time 
with the Yahoo! Search movie showtime shortcut.
http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/#news

Kirim email ke