Salam, Wualaaah .. mas, ya salah paham .. sejauh yang saya ketahui, nenek moyang saya tidak dari Jepara, tapi "pembangkang" kaum penjajah yang diasingkan ke Sumatra. Mungkin karena Beliau merupakan "panutan" Ibu saya, yang memberanikan diri untuk bersurat untuk memohon sebuah nama bagi seorang putranya, dan kebetulan langsung dijawab oleh Mbah Sosro saat itu betul dari Bandoeng. Any how, thanks for your info. Salam, Bodo
--- In [email protected], "walsuparmo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Salam, > Wah ini hebat bisa ketemu dengan keluarga keturunan bupati > Japara?.Bupati zaman dulu bukan "bupati2-an" seperti sekarang > karena dalam zaman pemerintahan kerajaan, bupati harus masih > keturunan dekat dari raja dan yang di Japara, Semarang,Pekalongan > dsb namanya "strand boepaties" yang artinya bupati daerah pantai > sebab rajanya( keraton) ada di pedalaman (Solo). > Setahu saja "jatah" untuk belajar ke negeri Belanda diberikan kepada > HAJI AGUS SALIM oleh R.A.Kartini karena belau mengetahui bahwa AGus > Salim adalah seorang anak pandai yang harus diberikan kesempatan. > Menurut saya apa sebab R.A. Kartini sekonyong2 berubah 180 derajat > mengenai pandangan hidupannya karena mendapat TEKANAN yang sangat > BERAST.Dulunya beliau SANGAT anti POLIGAMI sekonyong2 mau menikah > sebagai istri kedua dan sekonyong2 melepaskan begitu saja cita2nya > yang luhur untuk dapat bersekolah di Belanda guna sepulangnya dapat > mencerdaskan dan mendidik WANITA BUMIPUTERA. Hal ini sampai sekarang > TIDAK diteliti.Demikian juga WAFAT beliau yang sangat misterius di > Blora setelah melahirkan PUTERA(R.M.SUSALIT). Banyak yang IRI dan > Benci (di dalam kalangan "keraton" bupati Blora) kepada beliau > karena dapat melahirkan PUTERA sdangkan istri bupati Blora yang lain > tidak bisa.Beliau di anggap terlalu KE-BLANDA2-AN karena LEBIH > BANYAK membaca buku2 dan berbahasa Belanda daripada mengaji.Orang > yang baru melahirkan,selalu diberi JAMU-2 dan tidak lepas > kemungkinan ada racunnya.Karena dokter Belanda yang menolong > persalinannya mengatakan bahwa beliau sehat walafiat dan menunggu > satu minggu sebelum pulang ke Semarang.Setelah 40 hari R.A.Kartini > baru meninggal dan pasti bukan karena melahirkan.Menurut saya > R.A.Kartini meninggal karena sangat kecewa dan NGENES.Saya > mengharap ada ahli sejarah dari Persatuan Wanita Indonesia bahkan > Pmerintah yang perduli hal ini. > Setahu saya Drs Sosrokartono meninggal di Bandung dan jika ada > suratnya yang asli, harus disimpan dalam museum.Pribadinya yang > UNGGUL juga perlu mendapat perhatian karena selama ini sepertinya > ada yang "menggelapkan" sehubungan beliau adalah salah satu > penganjur Kejawen dan Sunda Wiwitan dan GURU Budi Pekerti. Saya > sendiri juga ini mengetahui lebih banyak tentang beliau dan ingin > bisa berhubungan dengan orang yang lebih mengetahuinya. > wasalam, > Wal Suparmo > > > > Salam, > > mas Wal, punya ilustrasi mengenai Drs Sosro itu ngga? Saya punya > > secarik surat (original) Beliau pada Ibu saya, saat beliau > > memberikan nama untuk saya. Saya ngga kenal beliau, cuma saya tau, > > Ibu saya mendambakannya, katanya beliau lah dulu yang ke Belanda > > menggunakan jatah (stipendium?) adiknya pemberian pemerintah > > Belanda .. betul ya? Saya ingin tau pribadinya lebih jauh. > > Salam, > > Bodo > > >
