Gimana dengan nasib Pak Sarwono ya. Saya kok lebih melihat dia punya kepedulian dengan wacana-wacana yang diangkat masyarakat DKI soal lingkungan, bahkan masalah-masalah sosial, jauh sebelum ada pemilihan gubernur.
Khawatir ya, semua bentuk pemilihan atau apapun namanya yang ceritanya demokrasi, ternyata cuma mainan politik mereka aja ya dengan didukung dengan sistem "yang mudah diakali". Mariana Wednesday, April 11, 2007, 1:31:22 PM, you wrote: > http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0704/11/metro/3443989.htm > =========================== > Jakarta, Kompas - Hasil survei Lembaga Survei Indonesia menunjukkan > calon gubernur Fauzi Bowo masih lebih diunggulkan dibandingkan dengan > pesaingnya, Adang Daradjatun. > Tidak terpengaruhnya para pemilih terhadap isu kegagalan pemerintah > dalam pembangunan menyebabkan keunggulan Fauzi mencapai 48,9 persen > dari total responden. > Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Sayiful Mujani > mengungkapkan hal itu, Selasa (10/4), di Jakarta Pusat. Menurut > Syaiful, Adang Daradjatun hanya dipilih oleh 28,4 persen responden > dan 22,7 persen lainnya belum menentukan pilihan. > Sementara itu, Direktur Eksekutif Soegeng Soerjadi Syndicate, Sukardi > Rinakit, mengatakan, secara rasional, keunggulan Fauzi dianggap aneh > karena wakil gubernur itu merupakan bagian dari pemerintah yang gagal > mengatasi banjir, kemacetan, dan mengurangi pengangguran. > Tidak berpengaruhnya isu kegagalan pembangunan, kata Sukardi, > disebabkan masyarakat Jakarta lebih mementingkan nilai-nilai publik > yang sekuler. Nilai-nilai sekuler itu dikhawatirkan akan terganggu > jika Adang, yang diusung PKS yang berbasis Islam, menang dalam > pilkada. > Selain itu, kata Sukardi, keunggulan Fauzi juga lebih dipengaruhi > dukungan belasan partai politik yang mampu meraih 55 persen suara > pada Pemilu 2004. > Di Jakarta, dukungan partai itu cukup efektif untuk mendongkrak > dukungan pemilih karena ada komunikasi politik yang intens antara > partai dan massa mereka. Di sisi lain, Adang hanya diusung PKS yang > hanya meraih 24 persen suara dalam pemilu. Apalagi, wakil gubernur > yang mendampingi Adang adalah Dani Anwar yang hanya terkenal di > kalangan PKS. > Namun, kata Sukardi, PKS masih memiliki kesempatan jika mampu > mengubah isu ideologis menjadi isu pragmatis kegagalan pembangunan. > (eca/mzw) -- Best regards, Mariana mailto:[EMAIL PROTECTED]
