Dear All, Kalau satu di antara kedua Figur lama ini terpilih lagi, ekonomi kita akan tambah hancur-hancuran. Mari mempertimbangkan figur baru:
1. Amien Rais? Maaf, singkat saja: Baguslah dia seorang sipil yang percaya diri. Tetapi, ia memiliki kekurangan mendasar yang ada juga pada SBY, maaf, pemimpin sektarian. Itu bisik-bisik tetangga. Jadi, Amien Rais? NO! 2. Jusuf Kalla? Wong jadi Wapres udah ketahuan, mau jadi orang nomor 1? Sorry. Gak dibahas. 3. Pak Wiranto? Mestinya Pak Wiranto memiliki kesempatan lebih. Namun, sehebat-hebatnya Pak Wiranto, beliau akan berada di bawah bayang SBY, karena sama-sama jenderal. Saya memberi pendapat, sebaiknya Pak Wiranto mengambil posisi menang, dengan nomor urut RI-2. Dengan posisi (rendah hati) pada nomor urut 2, Pak Wiranto akan mendukung kandidat Presiden Sipil yang memiliki lebih banyak pendukung. Demikian halnya dengan pendukung dengan menghendaki duet sipil militer untuk Presiden, TETAPI militer akan diminta pada posisi 2. Karena posisi 1 akan kalah dengan SBY, sejelek apa pun rating SBY pada saat itu. Kembali, kalo misalnya Pak Wiranto mengambil posisi 'rendah hati" nomor dua, siapa kandidat R1 yang dihormati Pak Wir, tetapi sekaligus dapat membuka ruang lebih besar? FORUM: Mari kita mewacanakan beberap Putera-Puteri terbaik dari kalangan sipil untuk urut satu. Mbak Ani (Sri Mulyani), misalnya, disiapkan dan diwacanakan di masyarakat. Berpasangan dengan Pak Wir. Atau, Pak Wir akan mencari Pasangan dari Kalangan sipil yang direkomendasikan Gus Dur? Kita tunggu saja. Tapi, saya tetap memberi dukungan kepada Mbak Srimulyani berpasangan dengan Wiranto. Memang tidak perlu dikotomi itu, tetapi kenyataannya, dikotomi itu memang masih ada. Kalo Pak Wiranto ingin menang, inilah jalan: mendukung Mbak Ani. wassalam. --- Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0704/11/Politikhukum/3443629.htm > ======================= > > Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono > dan mantan > Presiden Megawati Soekarnoputri diperkirakan masih > menjadi calon > terkuat dalam Pemilihan Presiden 2009. Hal ini > diakibatkan belum > muncul calon pemimpin alternatif di masyarakat. > > Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) > Saiful Mujani > memperkirakan lima calon terkuat dalam Pemilihan > Presiden 2009, > sesuai dengan urutannya, adalah Yudhoyono, Megawati, > Wiranto, Amen > Rais, dan Jusuf Kalla. "Calon baru, seperti Kepala > Polri Jenderal > (Pol) Sutanto, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, atau > Gubernur DKI > Sutiyoso, sampai sekarang belum menonjol. Namun, > melihat kemunculan > Presiden Yudhoyono yang hingga dua tahun menjelang > Pemilu 2004 belum > terlalu kelihatan, calon baru masih mungkin muncul > meski > kemungkinannya tidak terlalu besar," kata Saiful di > Jakarta, Selasa > (10/4). > > Berdasarkan survei LSI, lanjut Saiful, tingkat > kepercayaan masyarakat > terhadap Presiden Yudhoyono memang cenderung turun. > Jika pada awal > jabatannya tingkat kepuasan publik itu hingga > sekitar 82 persen, pada > Maret 2007 hanya 49,7 persen. "Tahun 2009, angka itu > diperkirakan > turun hingga sekitar 30 persen. Tingkat pilihan pada > Presiden > Yudhoyono yang sekarang sekitar 38 persen, tahun > 2009 mungkin juga > akan hanya 25-30 persen," kata Saiful memperkirakan. > > > Meski demikian, lanjut Saiful, Presiden Yudhoyono > masih menjadi calon > terkuat dan hanya dapat disaingi oleh Megawati yang > diperkirakan > punya tingkat pilihan yang hampir sama. Sementara > tingkat pilihan > Wiranto sekitar 20-25 persen. "Masyarakat sudah tahu > siapa mereka," > jawab Saiful. > > Dengan perkiraan di atas, lanjut Saiful, jika > pemilihan presiden > berlangsung dua putaran, Presiden Yudhoyono dan > Megawati akan kembali > bertarung. "Jika sudah dua orang, sulit > memperkirakan siapa yang > menang. Namun, jika itu terjadi, amat menyedihkan. > Sebab, berarti ada > yang salah dalam regenerasi kepemimpinan di > Indonesia," ucap Saiful. > > Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate Sukardi > Rinakit > memprediksi hal yang sama. Ia menyebut tiga nama, > yakni Yudhoyono, > Megawati, dan Wiranto. Ketiga calon tersebut telah > memiliki partai > yang akan menjadi kendaraan politik mereka menuju > pemilu presiden. > Kemungkinan tokoh di luar partai muncul tetap > berpeluang, namun tokoh > tua tetap mendominasi. Sultan Hamengku Buwono X > dinilai sebagai tokoh > luar partai yang cocok memimpin bangsa. > > Tokoh muda pemimpin partai dinilai belum akan > muncul. Selain > partainya sendiri belum yakin, mereka belum memiliki > rekam jejak > prestasi yang menonjol. Publik belum akan memercayai > kemampuan mereka > bila dibandingkan dengan tokoh tua. > > > Direktur Eksekutif The Indonesia Institute Anies > Baswedan mengatakan, > munculnya nama lama dalam bursa kepemimpinan > nasional menunjukkan > partai politik masih mengandalkan orang lama di era > Soeharto. "Parpol > harus punya inisiatif mengajak orang muda untuk > mendampingi yang > tua," kata Anies. > > > Menanggapi perkiraan dominasi tokoh-tokoh lama dalam > Pemilu 2009, > aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) Teten > Masduki mengatakan, > masyarakat perguruan tinggi, komunitas guru, LSM, > lembaga survei, > maupun pers perlu aktif mencari calon pemimpin > bangsa yang benar- > benar berkualitas. > > Masyarakat perlu berinisiatif melakukan berbagai > survei dan memilih > calonnya sendiri. Masyarakat tidak bisa lagi hanya > menunggu proses > pencalonan yang dilakukan partai politik karena > umumnya masih sarat > dengan uang dan kepentingan elite partai. > (mzw/sut/nwo) > > > > ____________________________________________________________________________________ Never miss an email again! Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/
