Kalau saya sangat sebal dengan kebohongan publik yang telah dilakukan IPDN/STPDN. Di wawancara yang dipandu Rossi itu baru saya tahu bahwa dimalam setelah Clif ketahuan meninggal dianiaya itu, hampir saja terjadi perang besar antara praja nindya dan praja madya, yang untungnya bisa dicegah oleh pembina. Dengan fakta ini, berarti seluruh praja dan pembina, bahkan saya yakin rektor juga, sudah tahu bahwa Clif meninggal karena dianiaya. Lha kenapa kok statemen yang keluar katanya Clif sakit lever ?! Ini benar2 kebohongan publik yang dilakukan oleh sekolah yang dibiayai negara .......... Luar Biasa. Entah siapa yang mengeluarkan statemen bahwa clif meninggal karena lever tersebut harus mempertanggungjawakan ucapanya, kalau memang niatnya menipu publik, harus ada hukumanya ..............
Berarti pula, praja yang diwawancari wapres itu juga terbukti berbohong, wong katanya dia tidur dan tidak tahu apa-apa .............. salam ----- Original Message ----- From: suprijodio To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, April 12, 2007 10:18 AM Subject: [TAG] [Forum-Pembaca-KOMPAS] IPDN : Terharu dgn 7 Gubernur Kalau anda menonton liputan SCTV tadi malam tentang masalah dalam Pola Pendidikan IPDN, pasti akan ngeri, mual dan geregetan. Saya sangat terharu dengan statement 7 Gubernur yg akan MENYETOP pengiriman calon praja ke IPDN. Kalau saya jadi GUBERNUR, ibaratnya saya adalah ORANG TUA dari para PRAJA yang saya kirim ke IPDN. Maka saya akan begitu TERPUKUL dan TERSINGGUNG jika 'anak' saya DISAKITI oleh pihak (sistem) SEKOLAH. Saya memang akan MARAH dan memutuskan untuk NGGAK USAH kirim anak lagi ke sana! Apalagi koq tiba2 anak saya dipulangkan oleh sekolah dalam bentuk MAYAT ... Saya mendukung pak FADEL MOHAMMAD (Gub Gorontalo) dkk yg segera mengambil sikap tegas tersebut. Gubernur Kalbar juga berniat bekerjasama dgn Universitas Negeri setempat mendirikan FAKULTAS ILMU PEMERINTAHAN, jadi gak usah kirim praja ke IPDN. Saya terharu juga. Saya juga geregetan dengan mantan rektornya yg sewaktu menjelaskan ke Presiden dengan ekspresi 'cengengas-cengenges' alias 'cengar-cengir' padahal dia sedang mengekspresikan sebuah BERITA DUKA CITA yg menjadi tgjwbnya (Presiden sendiri dlm jumpa pers berekspresi SEDIH MENDALAM dan tanpa senyuman atau 'cengiran' kayak mantan rektornya). Saya sependapat dengan bung Ryas Rasyid (Nara Sumber dlm acara SCTV tersebut), bahwa SELURUH SISTEM dan PENGAJARNYA harus DIGANTI. Dan bahwa TAK PERLU LAGI PAKE SERAGAM! Anggap mereka adalah MAHASISWA dewasa sebagaimana mahasiswa pada umumnya. Saya dapat memahami pula sikap DPRD SULUT yg minta pembubaran IPDN (Kompas hari ini). Itulah reaksi seorang 'ayah' yang anaknya PULANG NAMA karena keteledoran SEKOLAH! MAspri [Non-text portions of this message have been removed]
