Yang saya kenal, Dirut Krakatau Steel dan beberapa stafnya, Staf Ahli Menteri PU, Kepala Badan Tenaga Atom,Direktur di IPTN, Ess II dan III di berbagai Departemen, Sumandjaya, Subroto, Ami Priono dan Farida Utoyo, berbagai jabatan di Pemda DKI, puluhan pejabat di berbagai Departemen, semuanya tammatan Unie Sovyet. Bahwa ada yang tidak diterima sebagai PNS tetapi pada akhirnya mereka sukses di swasta. Memang banya isteri dan anak yang pulang, mereka itu yang tidak tahan menghadapi masaalah ekonomi yang pada akhir tahun 1960an menimpa semua kita, Valentina isteri Oni Sapulete mngajar di Institute TEhnologi Serpong pernah mejabat sebagai salah satu pengurus Persatuan Tennis Meja Indonesia.
rzain --- In [EMAIL PROTECTED], "walsuparmo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salam, > Gangguan secara fisik memang tidak pernah ada tetapi mereka > dikucilkan dalam mencari pekerjaan. Tidak ada yang BERANI menerima > mahasiswa ex negara2 Tirai Besi apalagi menjadi PNS sama sekali > tertutup. Banyak contoh, kawan saya MURDIKI(adik dr Musadik, kakak > Capt Muarsono.)mengemis2 cari pekerjaan tanpa hasil.Istrinya Ludwina > Mendeleyev dengan puterinya akhirnya pulang dan Murdiki meninggal > (serangan jantung) di halte bus waktu ia tengah mengurus visa dan > pasport untuk menyusul istri, Marah Said, Insinyur pertanian dari > Kiev idem dito dan waktu itu saya masih jadi konsultan dan untuk > dapat saya bantu dengan susah payah dan berkat bantuan Bpk > SINDHUNATA yang berbudi luhur, akhirnya ia mendapat pekerjaan. Masih > banyak yang tidak dapat pekerjaan dan dapat saya ceritakan. > Wasalam, > Wal Suparmo-
