Laporan Wartawan Kompas Suhartono http://www.kompas.co.id/ver1/Nasional/0704/15/083615.htm ============================
JAKARTA, KOMPAS--Presiden Susilo Bambang Yudhono, Minggu (15/4) pagi ini, sekitar pukul 09.00 wib, dijadwalkan mengisi akhir pekannya dengan bersantai bersama para wartawan yang biasa meliput di Istana Kepresidenan. Nama acaranya disebut-sebut "Pertemuan Presiden dengan Wartawan Istana". Namun, acara resmi yang dikirimkan Kepala Biro Pers dan Media Massa Kepala Rumah Tangga Kepresidenan Sekretariat Negara Nachrowi kepada pers adalah Peninjauan Presiden ke Perkebunan Durian, Cijeruk, Bogor, Jawa Barat. Akan tetapi, banyak orang-orang di sekitar Presiden menyebutkan acaranya adalah acara ngobrol santai dengan wartawan, sambil makan durian bersama-sama di kebun durian, yang diberi nama Perkebunan Durian Warso Farm Desa Cijeruk. Perkebunan itu disebut-sebut milik pengusaha swasta. Pukul 05.30 wib, banyak wartawan yang sudah berdatangan ke Setneg. Pasalnya, rombongan wartawan akan diberangkatkan pukul 06.00 wib dengan bus dan sejumlah mobil Kia-Pregio milik Istana. Karena acara santai, maka wartawan pun berpakaian santai. Sejumlah wartawan bahkan mengenakan celana jins, kaos dan sandal kulit. Ini sesuatu yang dilarang jika dalam liputan kepresidenan. Selain itu, ada juga yang berpakaian formal dan berpakaian batik. Beberapa hari sebelum acara, sejumlah wartawan dibisiki agar tidak bertanya yang aneh-aneh, mengingat acara ini betul-betul acara santai Presiden. "Jangan tanya yang aneh-aneh ya bos, karena ini acara santai," ujar seorang di lingkar dalam Presiden, kepada Kompas. Namun, sejumlah wartawan yang mengikuti acara itu sudah bersiap-siap untuk mendengarkan dan bahkan bertanya mengenai masalah-masalah aktual yang saat ini berkembang seperti soal reshuffle kabinet, Lapindo Brantas dan IPDN. Harapannya, wartawan ini pulang dengan membawa berita besar dan aktual. Nah, apakah wartawan bisa mendapatkan berita-berita besar dan aktual, atau malah justru berita yang ringan, "Presiden Makan Durian Bersama Wartawan?" Mudah-mudahan...
