http://www.kompas.co.id/ver1/Internasional/0704/17/072245.htm
============================

BLACKSBURG, VIRGINIA, SENIN - Seorang pria bersenjata secara
membabi-buta menembaki mahasiswa di Universitas Virginia, AS, Senin
(16/4) hingga menewaskan 32 orang. Terakhir, si penembak lalu menembak
dirinya sendiri hingga tewas. Insiden ini disebut sebagai kasus paling
mematikan dalam sejarah AS.

Sebagian besar korban tewas adalah mahasiswa yang akan mengikuti
kuliah di satu ruangan di Virginia Tech. Sebelum melakukan aksinya,
pria bersenjata itu menggunakan rantai untuk mengunci pintu. Hal ini
dituturkan beberapa pejabat universitas dan juga pihak kepolisian.

Di samping 32 orang tewas, lima belas orang dilaporkan cedera,
termasuk mereka yang ditembak dan beberapa mahasiswa cedera karena
melompat dari jendela saat berupaya menyelamatkan diri.

Seorang saksi mata yang adalah mahasiswa universitas setempat
menyebutkan, penembak adalah pria Asia, dengan tinggi sekitar 1,8
meter. Ia berjalan memasuki kelas bahasa Jerman dan menembak seorang
mahasiswa serta dosen, sebelum secara membabi-buta menembaki hampir
semua mahasiswa lain di ruang itu. "Saya bersembunyi di bawah meja dan
ia praktis terus menembaki setiap orang di kelas tersebut," kata Derek
O'Dell, yang menderita luka tembak di lengannya. "Barangkali ada 15
sampai 20 orang di kelas itu dan ia menembak 10 sampai 15 di antara
mereka," sambungnya.

Ia mengatakan pria bersenjata tersebut, yang memakai jaket kulit
berwarna hitam dan topi, melepaskan beberapa tembakan dari senjata
genggam, mengisi-ulang dan menembak lagi. Pria itu meninggalkan
ruangan tersebut, tapi belakangan kembali dan menembak pintu sebelum
pergi lagi, kata O'Dell.

Kepala polisi kampus Virginia Tech, Wendell Flinchum, mengatakan orang
bersenjata tersebut adalah seorang pria, tapi tak memberi perincian
mengenai usia atau kewarganegaraannya dan juga jenis senjata yang
digunakannya. Kemudian, meskipun ia tak bersedia mengkonfirmasi bahwa
hanya ada seorang pria bersenjata, Flinchum mengatakan polisi tak
mencari tersangka lain.

Satu rekaman video mengenai kekacauan itu oleh seorang mahasiswa
berulangkali ditayangkan di jaringan televisi AS. Rekaman tersebut
memperlihatkan orang-orang berlarian di kampus itu sementara lebih
dari dua lusin tembakan dilepaskan. "Hari ini bangsa kita berduka bagi
mereka yang telah kehilangan orang-orang yang mereka cintai di
Virginia Tech," kata Presiden AS George W. Bush.


Sumber: reuters


Copyright 2006 Kompas Group      


Kirim email ke