Bung Vavai,
Kalau boleh saya menebak, Indonebia pasti akan senang plus riang gembira
kalau ada orang Arab yang membunuhi
mahasiswa di Amrik. Dia pasti akan bilang: "Ana dan sohib-sohib ana yang
tersebar dimana-mana...
bla bla bla bla.."
Hehehehehee....
Yang saya herankan, kenapa polisi tidak langsung mengungkap asal-usul si
pembunuh?
Kalau toh si pembunuh tak bawa ID-Card, biasanya diperkirakan rasnya. Kalau
cuma Asia kan macem-macem bentuknya? Bisa Jepang, Melayu, Arab dan lainnya, dan
itu sungguh berbeda. Heran, cuma disebutkan tinggi badannya saja.
Muhammad Rivai Andargini <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Soalnya, kalau ada keturunan Arab atau sejenisnya bisa menjadi bahan
Indonebia gitu :-). Hehehe, ada-ada saja bang Radit ini.
Biar bagaimana, peristiwa ini sangat memilukan. Jangankan 32 orang, satu
orang terbunuh saja sudah sangat memilukan. Sampai sekarang, berita
tentang motivasi si pembunuhpun belum terjawab. Mudah-mudahan peristiwa
ini tidak terulang lagi. Apa jadinya kalau sampai menjadi berita harian...
Vavai