http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0704/16/humaniora/3459987.htm ==========================
Yogyakarta, Kompas - Untuk menghargai jasa-jasa besar almarhum Koesnadi Hardjasoemantri, mantan Rektor Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, khususnya dalam bidang kebudayaan, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Sabtu (14/4) malam mengabadikan nama Koesnadi dengan mengganti nama Pusat Kebudayaan Universitas Gadjah Mada Yogyakarya menjadi Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) . Hadir putri sulung alm Koesnadi Indira Laksmi (48), selain rekan-rekan sejawat Koesnadi, di ataranya, Taufik Abdullah (Ketua Akademi Jakarta), Djoko Suryo (guru besar ilmu sejarah UGM) dan bebarapa pimpinan UGM. Hadir pula Direktur Pusat kebudayaan UGM, Syafri Syairin Pusat Kebudayaan UGM (kini PKKH) sebenarnya baru diresmikan tanggal 3 Maret yang lalu. Dengan demikian UGM memiliki dua lembaga studi kebudayaan, yaitu PKKH dan Pusat Studi Kebudayaan yang kini dipimpin Widya Nayati. PKKH berkonsentrasi pada aktivitas kebudayaan, sedangkan Pusat Studi Kebudayaan kajian akademis kebudayaan. Rektor UGM Yogyakarta, Sofian Effendi pada peresmian penggantian nama Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri mengungkapkan, sejak peristiwa musibah pesawat Garuda 7 Maret 2007 lalu di Yogyakarta yang turut merenggut nyawa Prof Koesnadi, banyak pihak mengusulkan agar nama Koesnadi diabadikan. "Banyak yang mengusulkan agar UGM bisa mengabadikan nama pak Koes untuk memberikan penghargaan kepada beliau atas jasa-jasanya yang besar pada pendidikan, kebudayaan dan UGM. Maka kami memutuskan mengubah nama Pusat Kebudayaan UGM menjadi Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri." Kontribusi Sofian mengungkapkan, Koesnadi memiliki kontribusi besar dalam pengembangan bidang kebudayaan dalam arti luas, yang tidak sekadar kesenian. Di tengah kesibukannya Koesnadi masih sempat menjadi Ketua Akademi Jakarta. Dalam pendirian pusat kebudayaan UGM, Koesnadi juga menjadi Panitia 11, sebuah tim bentukan Rektor UGM untuk memformulasikan tugas-tugas pusat kebudayaan UGM untuk pelestarian dan pengembangan kebudayaan nasional. Koesnadi hadir pada peresmian kantor itu. (RWN).
