Ibu Mariana yg terhormat,

Tampaknya Ibu baru bergabung dgn diskusi ini. Bila melihat posting2
sebelumnya, diskusi dgn topik ini adalah upaya utk memperdebatkan
apakah klaim saya bahwa manajemen beras sbg salah satu (bila tdk mau
menyebut satu2nya) hal positif yg dibuat Pak Harto...

Tentunya, kita harus berpikir objektif & berargumen, apakah benar
manajemen beras adalah warisan Pak Harto yg positif? Namun, kita juga
harus mengajukan argumen2 itu tanpa pretensi tertentu, baik membela
atau bahkan mengutuk Pak Harto...Saya juga sepakat kok kalau Pak HArto
adalah "org besar", mksd saya, kesalahannya (dosa) juga besar!


Salam objektivitas,

Patrick Hutapea

--- In [email protected], Mariana Amiruddin
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Apakah itu berarti setimpal dengan kekerasan terselubung
> jaman rezim soeharto dengan intelegen yang luar biasa
> membabat habis masyarakat yang vokal?
>
> Apakah tidak dilihat bahwa hutang piutang yang dilakukan rezim
Soeharto sampai
> sekarang harus dibayar oleh anak cucu kita?
>
> Apakah itu setimpal dengan kekayaan yang bertumpuk-tumpuk menggila
> yang padahal dari kekayaan beliau itu bisa untuk agenda
> pengentasan kemiskinan saat ini?
>
> Apakah itu setimpal dengan pembangunan mental yang sekarang
> banyak melanda masyarakat kita "Asal Bapak senang" dan kebudayaan
> korupsi yang mengakar dari generasi ke generasi?
>
> Apakah itu setimpal dengan kerusakan alam, pembabatan hutan,
> pembangunan yang tidak peduli pada keseimbangan alam dan
> banjir maut yang sekarang merajalela?
>
> Terakhir, apakah kita tidak cukup mengerti ketika melihat IPDN sebagai
> sebuah "releksi rezim Suharto?"
>
>
> Ketika kekerasan sebuah rezim belum seluruhnya terungkap
> apalagi di sosialisasi, maka kebaikan-kebaikan itu menjadi semu.
>
> Mariana
>

Kirim email ke