Memangnya rakyat AS mau perang di Irak?Toh tetap perang juga. Dalam hal ini yang berperan adalah lobby-lobby kelompok kepentingan. Dimana-mana juga gitu, politik adalah soal lobby kelompok kepentingan, rakyat pun bisa kalah suara (sebagaimana sudah sangat sering kita lihat di negara kita) kalau kalah dalam hal lobby. Lobby bisa dengan cara yang paling halal sampai cara-cara lain seperti uang, tekanan, iming-iming jabatan dll.
Dan saya pikir anda ga dapet poinnya, tekanan saya adalah betapa kuatnya lobby-lobby kalangan produsen senjata terhadap kebijakan pemerintah AS. Ya memang kita ga bisa beli M-60 ato meriam Howitzer di pasar terbuka, tapi misalnya Colt yang memproduksi senjata tipe senapan (rifle, tipe M4 Carbine yang sekarang operasional) yg khusus untuk angkatan bersenjata AS, juga memproduksi senjata tipe pistol tangan (handgun) macam M1911 yang dijual bebas dipasar AS, jadi dia punya dong kepentingan untuk mempertahankan omzet. Sekali lagi ponnya lobby-nya ituloh, kalau untuk mempengaruhi pemerintah untuk berperang saja bisa, apalagi cuma mempengaruhi supaya warga sipil AS bisa tetap bebas beli senjata dengan menggunakan kedok hak-hak sipil dan kebebasan individu masyarakat AS. On 4/19/07, si_andi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mas Utomo, > > Saya asumsikan anda sedang menanggapi Mas Patrick soal kepemilikan > senjata di dalam negeri AS. Jadi saya nimbrung dari sudut itu saja. > > Senjata untuk perang berbeda dengan senjata yang diperjualbelikan > bebas di AS. Anda tidak akan bisa seenaknya beli M-16 atau Howitzer > di toko-toko senjata. Yang dijual bebas itu adalah senjata genggam > atau senapan laras panjang. Senapan otomatis (yang bunyinya ret-tet- > tet-tet itu) tidak dijual untuk umum. > > Kedua, pasarnya juga berbeda. Senjata perang (senapan mesin dan > keluarganya) dijual ke angkatan bersenjata. Sementara > senjata "biasa" dijual ke warganegara biasa juga, biasanya senjata > berburu atau pistol semi-otomatis. Kalau ada jenderal di AS yang > suka perang, ya mungkin bagus untuk industri senjata perang, tapi > tidak banyak pengaruhnya ke penjualan senjata di dalam negeri AS. > > Terakhir, masalah pemakaian senjata di AS ini bukan cuma masalah > presidennya maunya apa. Hak warganegara AS memegang senjata dijamin > oleh konstitusinya. Jadi walaupun presidennya tidak suka senjata, > dia tidak bisa seenaknya mengubah UUD. > > Andi > >
