harusnya ditambahi, otot kawat, balung wesi, weteng karet (otot kawat, tulang
besi, perut karet) artinya perutnya tak pernah kenyang oleh apaun juga, karena
selalu melaaaar kayak karet, he he he, just kiding..
membahas masalah IPDN kok ya gak ada habis2nya ya..saya pendidikan seminari
(sekolah2 calon pastor) bisa disiplin tanpa militeristik sedikitpun..karena
yang dibina adalah masalah moral, jadi disiplin buka karena hukuma. mungkin
dipondok pesantren juga bagitu..para santri bisa disiplin tanpa
militeristik..cukup dengan pembangunan moral dan aklak yang bagus..maka
disiplin bisa terbentuk..
untuk memutus mata rantai kekerasan, mungkin sebaiknya selama 3 tahun IPDN
tidak menerima praja, jadi sampai prata termuda saat ini lulus semua, baru
menerima prja. dengan begitu tidak ada transfer kekerasan antar angkatan..semua
praja yang masuk 3tahun yang akan datanag adalah praja2 yang tidak akan di
zolimi oleh seniornya (karena tidak punya lagi senior)..sehingga diharapkan
mereka tidak punya dendam yang akan dilampiaskan ke adik kelasnya kelak.
maaf kalau salah..
peace.. Ana
On 13 Apr 2007 22:21:32 -0700, cbn <[EMAIL PROTECTED] id> wrote:
>
> Pada headline Kompas hari Jumat 13 April 2007 ini dengan judul IPDN
> HARUS DISESUAIKAN UU, ada satu hal yang menarik perhatian saya yi pada
> halaman 15 sebagai sambungan headline tsb dikolom 7 tertulis bahwa "Yayan
> Sophian, terpidana lain dalam kasus meninggalnya Wahyu (maksudnya tentu
> Wahyu Hidayat), kini menjadi pegawai di Kabupaten Sukabumi. Ia kini menjadi
> ajudan Bupati Sukmawijaya" .
>
> Ada ada kaitannya berita pada hari yang sama dihalaman 24 dengan judul
> KEPALA SUKU BESAR DIPUKUL AJUDAN SEKDA.
>
> Inti berita yang pertama itu yi Bupati Sukmawijaya pandai memanfaatkan
> hasil IPDN karena praja praja yang telah lulus IPDN pastilah seperti Gatot
> Kaca yang ber OTOT KAWAT, BALUNG WESI (Otot kawat, tulang besi).
> Jadi bisa dimanfaatkan sebagai Body Guard. Ibarat pepatah, Sekali
> mendayung, dua tiga pulau terlangkahi.
>
> Inti berita kedua yi jika Ajudan Sekda suatu Gubernur di Papua Barat juga
> lulusan IPDN maka ini berarti bahwa lulusan IPDN benar benar dapat
> dimanfaatkan oleh para pejabat pemerintah yang ada seperti contoh diatas yi
> Bupati Sukabumi dan Gubernur Papua Barat.
> Ya karena itu tadi lulusannya adalah seperti Gatot Kaca.
>
> Bagaimana pendapat rekan rekan lainnya?
>
> Hardjo
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]