Slogan birokrasi kita kita " KALAU BISA DIPERSULIT KENAPA HARUS DIPERMUDAH..??
Tapi kita musti ingat bahwa Singapura tidak kurang brengseknya dengan kita,
banyak pendatang-pendatang dari Indonesia dipersulit ketika masuk Singapura,
seringkali kita di interogasi di kamar khusus hingga berjam-jam. Jadi kalau mau
hitung-hitungan sebenarny keduanya, tapi saya setuju hal ini diteruskan ke
dirjen bea cukai agar mereka buka mata benar bahwa pejabatnya banyak yang
brengsek, perampok halus, dll. Dan saya kira tidak ingat nama nggak masalah
yang penting ingat wajah itu sudah sangat membantu, namun itu harus terus
ditindak lanjuti dan di buru.
Suhardiman Supandi
Godlip Pasaribu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Menteri,
Sudah bukan rahasia lagi, bahwa orang yang mau keluar
negeri sering ditawari untuk bayar fiskal antara 600 -
800 ribu rupiah saja tanpa tanda terima tentunya.
Yang saya heran, yang bisa dibuat sederhana kenapa
suka dipersulit? Masukin saja biaya fiskal dalam
harga tiket. Nanti Maskapai Penerbangan tinggal setor
ke Kas Negara?
Salam.