Melalui milis ini saya meminta pedapat pembaca mengenai Ujian Nasional tingkat
SMA yang diselenggarakan minggu yang lalu. Kawan saya, seorang guru, bertugas
sebagai pengawas UN di SMA Negeri I Semarang. Pada saat ujian hari kedua (mata
uji Ekonomi), seorang peserta ujian ketahuan membawa handphone karena
handphonenya jatuh. Setelah diambil oleh pengawas, ternyata isinya SMS jawaban
ujian. Ketika hal ini dilaporkan kepada kepala sekolah SMA NEGERI I SEMARANG,
beliau hanya mengatakan bahwa kasus ini tidak perlu diperpanjang. Dilihat dari
sisi pendidikan, tindakan kepala sekolah sangatlah memalukan karena melindungi
yang salah. Sedangkan tim pemantau independen yang ditugaskan, terkesan tunduk
pada sekolah dan bukan pada aturan dan kejujuran. Inikah yang disebut sebagai
pendidikan ataukah ini model mafia pendidikan. Sayang, kawan saya tersebut
tidak menyita kartu perdana tsb. dengan alasan kemanusiaan sehingga tidak
mempunyai bukti lagi. Yaah, inilah wajah pendidikan di negara
kita. Mohon tanggapan dari anggota Forum Pembaca Kompas.
Priyo- Semarang
---------------------------------
Yahoo! Mail is the world's favourite email. Don't settle for less, sign up for
your freeaccount today.
[Non-text portions of this message have been removed]