UN kok diinapkan di Polsek? Wong tahanan aja di Polsek bisa lolos gara-gara 
polisnya ketiduran waktu dipijit. Eamn zamannya udah zaman edaaaaaan!!!!
   
  manneke 

loekyh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Sejak jaman baheula, saya kok tak pernah dengar ada kasus kebocoran 
dalam ujian TOEFL ya, padahal di masa lalu (ketika belum ada 
internet), soal2 uji TOEFL (bukan institutional TOEFL) itu dikirim 
jauh sekali dari headquarternya di AS. 

Tadi pagi dengar berita bahwa soal2 UN pada malam menjelang UN 
diinapkan ke polsek-polsek, hati saya kok malah ber-debar2, kuatir 
ada pagar makan tanaman. 

Sebab walaupun dari 1000 polsek cuma ada dua-tiga polisi di polsek2 
tsb yg tak jujur dan membantu orang lain utk mengkopi, mencatat atau 
mencoba menjawab soal2 yang menginap di polseknya, maka dg teknologi 
masa kini, bocoran soal2 tsb dg mudah menyebar ke mana2.

Btw, kalau tak salah di AS boleh dikatakan semua siswa2 SMU bisa 
tamat tepat waktu. Nah waktu mau masuk perguruan tinggi, mis. mau 
masuk engineering, barulah mereka ikut uji GRE. Utk calon dari 
negara tak ber-bhs Inggris, mereka juga harus lulus TOEFL, sesuai 
kriteria kampus yg dilamar. Jadi tak ada UN di sono.

Kalau Depdiknas ingin UN tetap ada (karena nilai proyeknya gede?), 
adopsi saja standar pengamanan spt dalam pengamanan soal2 TOEFL 
misalnya (tanpa harus menginap di polsek2), sesuai usulan rekan2 
sebelumnya.

Salam

--- In [email protected], manneke budiman 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya amini semua, Pak Putra, khususnya pernyataan yang berbunyi 
bahwa UN jangan dijadikan satu-satunya kriteria kelulusan. Tapi, 
membuat Diknas mengerti soal sederhana gini saja susahnya minta 
ampun kok. Kayanya yang intelektualitasnya peru diuji pake UN ini 
justru orang-orang Diknas yang maniak UN itu.
> 
> manneke



         

       
---------------------------------
Be smarter than spam. See how smart SpamGuard is at giving junk email the boot 
with the All-new Yahoo! Mail  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke