mohon maaf kalo kalo berita ini membuat kami, yang asal Makassar agak 
emosional...

Naudzubillah, kemana gerangan sensitifitas mahasiswa UMI/Makassar itu 
sampai melakukan tindakan brutal seperti itu?

Mereka yang kebetulan beratribut mahasiswa universitas MUSLIM itu, 
gak layak mendapatkan status MAHASISWA dan MUSLIM secara apa yang 
mereka lakukan jauh dari idealisasi nilai keMAHASISWAan dan 
keISLAMan. Otak mereka hanya penuh dengan kebencian, kebrutalan dan 
semuanya bermuara pada satu kata KEBODOHAN! Tidak ada toleransi dalam 
kebiadaban ini, seharusnya nilai-nilai yang mereka emban saat 
berdemonstrasi membela hak-hak masyarakat juga diimplementasikan 
secara nyata dalam kehidupan real nya, bukan hanya jargon kosong dan 
cuap-cuap demi popularitas di depan kamera TV atau di media cetak. 
MEMALUKAN!

STOP DEMONSTRASI MAHASISWA ANARKIS !

Dalam ranah bugis makassar, dalam hati setiap manusia bugis selalu 
ada jargon mali siparappe rebba sipatokkong malilu sipakainge (hanyut 
saling membantu, jatuh sama membangkitkan, khilaf saling 
mengingatkan) yang teramat luhur, namun ternoda oleh tingkah brutal 
mahasiswa ini. Saya khawatir bahwa status kemahasiswaan mereka itu 
tidak valid,  jangan sampai bahwa itu hanya sekedar tercantum dalam 
Kartu Mahasiswa nya namun tak paham apa sesungguhnya nilai yang 
mereka emban, amanah, dan tanggung jawab kepada masyarakat.

Kami, beberapa blogger Makassar juga teramat mengutuk kejadian 
memalukan ini...
beberapa postingan senada disuarakan oleh blogger;
- http://blognya-deen.blogspot.com/2007/04/pagi-ini-dapet-lagi-imel-
miris-berita.html
- http://www.i-rara.com/2007/04/25/mahasiswa-really/
- http://selayar.blogspot.com/2007/04/umi-juga-bisa.html
- http://eko-prawiro-blog.blogspot.com/2007/04/umi-menunjukkan-
kebodohan-nya-lagi.html
- http://kapakhitam.blogspirit.com/archive/2007/04/24/sensifitas.html
- http://tayuang.blogspot.com/
- http://noertika.wordpress.com/2007/04/25/demonstrasi-mahasiswa-umi-
dan-sensitifitas-kita/

rusle



Kirim email ke