--- In [email protected], Mariana Amiruddin
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Memang di dalam LSM perempuan, apalagi kalau disini dibilang LBH APIK
> siapalagi kalau bukan aktivis perempuan? Yaitu orang yang aktivitasnya
> membela hak-hak perempuan.

> "Wah ada yang terbakar dengan tulisan saya", bukan terbakar, tapi
> terganggu dengan pernyataan yang sok tahun dan berburuk sangka.


Heran ni orang dari kemarin GR banget...narsis ah. 

 
> Kata siapa melayani artis akan ada promosi gratis? Memang funding
> melirik LSM yang bersanding dengan artis? Funding kebanyakan melihat
> sepak terjang LSM dan laporan-laporan berikut data-data yang bisa
> dipertanggungjawabkan. Kalau tidak bisa dipertanggungjawabkan,
> langsung putus hubungan.

Hohoho....

> Kasus tamara, itu bukan LSM perempuan, tapi disini Anda bicara tentang
> LBH APIK jadi jangan pukul rata dong.

So what, kalau pukul rata. Yang saya kritisi semua LSM yang tidak
beretika: mencari popularitas dan promosi di atas di atas konflik
penderitaan orang. Mau iklan yah silahkan, tapi jangan begitu dong
caranya.


> Intervensi LSM malah bikin libet dan memperkeruh suasana konflik? LSM
> mana dulu yang Anda maksud? Kasus seperti ini misalnya: ada teman saya
> wartawan SCTV lapor ke saya temannya digebugi suaminya sampai
> tangannya patah dan sekarang masuk rumah sakit. Lalu wartawan ini
> minta bantuan ke LSM Perempuan terutama di bidang hukum, saya langsung
> refer ke LBH APIK karena khusus ke pendampingan hukum, serta Mitra
> Perempuan. Jurnal Perempuan sendiri meliput peristiwa-peristiwa
> kekerasan yang dialami perempuan dan bagaimana tindakan kita.

> Ini perlu intervensi toh? Disampiang karena ada pengaduan.
> Banyak orang malah lebih percaya LSM daripada polisi. SUpir taksi
> Blue Bird yang sering bolak-balik ke kantor saya juga mengatakan itu,
> serting membawa penumpang perempuan korban kekerasan KDRT, lalu dia
> lebih tertarik mengadukan hal ini ke LSM Perempuan, karena tidak
> tahan melihat wajah penumpangnya babak belur.
> 

Wah kalau sampai digebuki jangan cuma lapor LSM tapi lapor polisi. Mau
liat bukti bahwa kebanyakan LSM itu cenderung ngerecoki dan berpihak,
lihat saja statemennya Ratna di kompas:

"Menurutnya (Ratna...), kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang
dialami Maia tidak bisa lagi diartikan sebagai percekcokan biasa tapi
sudah dikategorikan sebagai persoalan serius, yang sudah termasuk
tindak pidana."

Nah loh. Ini apa bukan opini, yang bisa benar bisa tidak. Kok bisa
ember dan sok tau sih padahal paling juga baru baca Kompas atau lihat
infotainment.... 


> Artinya apa? Semua orang harus peduli pada masalah kekerasan, apakah
> itu artis ataupun siapalah. Kebetulan ini Maia dan Dhani, artis ngetop.
> Banyak pasangan seperti ini di masyarakat kita.


Kebetulan lagi....? ho..ho..ho...

 
> Ingat loh, kalau Anda tinggal di Indonesia dan merasa warga negara
> Indonesia, seharusnya Anda paham bahwa setiap individu berhak
> untuk menyelesaikan persoalan melalui jalur hukum apakah itu domestik
> maupun publik, karena negara memiliki perangkat hukum dan melindungi
> warga negara yang menjadi korban serta menghukum yang bersalah.

Betul saya akan camkan itu. Sebaliknya anda juga mencamkan, bahwa
privacy seseorang itu juga dilindungi hukum dan setiap individu berhak
atas ketentraman dan privacy tanpa ikut campur pihak lain. 

 
> Jadi sebenarnya pendampingan hukum atau apapun itu adalah hak
> masyarakat.
> 
> Mungkin Anda ini korban infotaiment, padahal mungkin juga
> Maia dan Dhani nggak gitu-gitu amat, mereka sama dengan orang biasa
> kalau ada masalah ya diselesaikan bersama, kalau nggak bisa
> kekeluargaan, ya lewat jalur hukum.

Nah yah udah. Saya juga berdoa bakal akur-akur lagi. Jadi buat apa
direcoki...., tolong dikasih tahu sama teman-teman anda itu. Kasihan
lagi anak-anaknya.

Ikhsan

> 
> Mariana
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Wednesday, April 25, 2007, 9:17:05 PM, you wrote:
> 
> > Wah ada yang terbakar dengan tulisan saya...hehehe. Kok jadi aktivis
> > perempuan yang merasa ketembak. Perasaan saya ngak singled-out aktivis
> > perempuan di posting pertama. 
> 
> > Ok banyak deh kontribusinya. Selain itu mungkin dengan melayani artis
> > akan ada promosi gratis. Apalgi infotainment termasuk acara yang
> > memiliki rating tinggi di Indonesia. Jadi siapa tahu bisa buat nambah
> > funding dan proyek kan. Semuanya senang....
> 
> > Tapi maksud saya begini loh Mbak, 
> 
> > Kadang-kadang intervensi LSM sangat keterlaluan dan di beberapa kasus
> > - seperti Tamara - malah menyebabkan "trial by LSM". Biasanya para LSM
> > ini juga ikut beropini yang berat untuk satu pihak dan merugikan pihak
> > lain, walau kadang kebenarannya masih dalam status "wallahu alam".
> > Tidak heran kalau dalam banyak praktek, intervensi LSM malah bikin
> > ribet dan memperkeruh suasana konflik. 
> 
> > Saya sendiri kalau berantem sama istri paling anti ada orang luar
> > ikut-ikut, termasuk orang tua, apalagi LSM. Ngak tau kalau anda....
> 
> > Nah berita terakhir di detik.com, Dhani sudah menggaet Kak Seto.
> > Semakin salut saya sama orang ini. Insting politiknya tidak kalah
> > dengan anggota DPR. Maia ada LBH Apik, Dhani ada LSM anak. Biarkan
> > saja para LSM ini perang sendiri. Hehehe.
> 
> > Salam,
>


Kirim email ke