Satu-satunya yang masih buta soal problematika UN ini justru menterinya 
sendiri, yang masih saja doyan memuja-muja UN. Eh, nggak sih, saya inegt dulu 
Wapres juga demikian. Padahal, di lapangan udah banyak yang jerit-jerit. 
Mungkin di atas sana kedap suara kali, ya?
   
  manneke

loekyh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Saya percaya keberadaan sindikat (kepala2) sekolah yang membantu 
anak2 didik sendiri lolos UN. Kalau kecurangan dilakukan secara 
sistematis, ini versi 'kasus IPDN' dalam bentuk lain.

Ini bukan cuma cerita lama yang berulang dan bertambah keras 
gaungnya, tetapi juga indikasi kecurangan UN yang semakin merata dan 
membudaya, baik ditinjau dari banyaknya lokasi kejadian kecurangan 
atau dari status dan posisi para pelaku2-nya. 

Salam

--- In [email protected], "Agus Hamonangan" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kecurangan UN SMA dan SMP Direncanakan Sangat Sistematis
> http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0704/27/humaniora/3486199.htm
> =======================
> 
> Medan, Kompas - Kelompok Air Mata Guru Medan, yang terdiri dari 18
> pengawas, seorang kepala sekolah, dan 17 guru yang bertugas 
mengawasi
> jalannya ujian nasional di rayon Medan, Sumatera Utara, Kamis 
(26/4),
> benar-benar menangis, dan memprotes semua kebohongan dan kecurangan
> pelaksanaan UN SMA dan SMP yang justru dilakukan oleh para pendidik
> sendiri.



         

       
---------------------------------
All new Yahoo! Mail  
---------------------------------
Get news delivered. Enjoy RSS feeds right on your Mail page.
       
---------------------------------
Ask a question on any topic and get answers from real people. Go to Yahoo! 
Answers. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke