Kalo berkaitan dengan ketenaganukliran saya selalu tertarik untuk komentar, karena kebetulan saya sedang mendalami bidang ini di negeri ginseng. Saya ikut prihatin dengan kondisi para mantan karyawan PT. DI. Mudah mudahan bisa mendapatkan yang terbaik, apapun pekerjaan selanjutnya.
Dari judul topik diskusi : "Sarjana Nuklir Berjualan Es Krim", pada prinsipnya saya setuju dengan pendapat2 sebelumnya bahwa apapun pekerjaan yang dilakoni, yang penting adalah baik dan halal, tak peduli apa gelar kita, dan dari lulusan mana. Siapa tahu nanti Sarjana teknik nuklir tadi bisa mengaplikasikan kepakarannya untuk berkontribusi pada pembangunan PLTN di Indonesia, yang menurut rencana dalam beberapa tahun kedepan akan dimulai pembangunannya. Sekedar informasi saja, atau siapa tahu ada yang berminat, (mungkin bisa diinformasikan kepada karyawan PT DI) ini saya copykan link kesempatan bekerja di IAEA, badan tenaga atom internasional. Pelamar dari negara berkembang seperti Indonesia sangat di encouraged. Namun jangan lupa untuk kembali membawa sejuta pengalaman untuk diterapkan di Indonesia :-) . Gaji setahun bisa buat Pabrik Eskrim 20 buah, hehehe Semoga bermanfaat... http://recruitment.iaea.org/vacancies/p/2007/2007_023.html Salam CH - SeouL Chairul Hudaya ---------------------------------------------------------------- Nuclear Safety Analysis Laboratory Department of Energy Systems Engineering Graduate School, Seoul National University San 56-1, Shillim-dong, Kwanak-gu Seoul 151724, KOREA Tri Handoko Seto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: pak paulus, saya kira wajar jika ada pekerjaan terkait dg komputer tidak mesti dikerjakan oleh sarjana komputer. memang sarjana komputer mestinya jadi orang yang paling paham tentang seluk beluk komputer. tetapi kenyataannya kan tidak demikian. kita tidak bisa membedung orang lain untuk belajar kompter. sehingga banyak pakar2 komputer yg tidak belajar secara formal di bangku kuliah. kita tidak bisa berpola pikir bahwa kalau kita seorang sarjaa komputer maka segala perkerjaan terkait komputer adalah milik kita. lagian kan komputer itu sangat luas. jadi, ya harus sabar ya pak heheee....
