setuju bhw sudah sharusnya semua persuahaan research mencantumkan 
metodologimrk,spy kita bisa tau ke-valid-an hasil researchnya.  dan 
menurut saya ini bukan hanya menyantkut nielsen saja, tapi juga 
SEMUA market reseach company (baik local, multinational), termasuk 
BPS !

sekali lagi setuju sama pak paulus mengenai Carrefour memang hebat 
dari sisi inovasi, business sense, creativity, dll...

tapi maap pak paulus, saya kurang setuju mengenai kalau Government 
menggencet anak bangsa.  bukannya saya  membela para pejabat ini 
(saya pun salah satu pihak yg betul2 punya "list panjang" kebencian 
saya thp tingkah polah mrk dlm mengelola negeri ini).  Khususnya di 
bidang retail, ada banyak jg contoh2 di mana anak bangsa 
iniberjaya.. contoh : INDOMARET,ALFAMART.  Belum lagi ada ramayana, 
matahari.  para anak bangsa ini sanggup mencanangkan kehebatan 
mereka di peridnustrian retail bnegeri ini.  bahkan saya yakin dari 
sisi sales, profit, maupun 'dicintai konsumen' , para toko2 ini 
mampu UNJUK GIGI dan BERSAING dgn para pemain luar.


--- In [email protected], "Paulus Tanuri" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya pribadi tidak percaya dengan survey AC Nielsen. Apalagi yang 
di
> Indonesia.
> Saya baru akan mempertimbangkan hasil survey AC Nielsen, kalau :
> 1. Saya tahu bagaimana metode survey mereka
> 2. Berapa banyak sampel dan metode pengumpulan sampelnya
> 3. Dan data-data hasil survey
> 
> Toh sampai sekarang mereka tidak pernah membuka semua informasi 
itu kan ?
> sama juga dengan data rating.
> dibilang acara TV ini rating 25 persen. Darimana data itu. ?
> kalau yang di survey cuma 4 orang yang dan ada 1 orang yang nonton 
kan juga


> sama dengan 25 persen.
> 
> Mengenai Care4 sendiri, saya angkat topi buat mereka. Otak bisnis 
mereka
> hebat. Sayang sekali bukan milik sendiri.
> Tapi mau bagaimana, Pejabat kita ini lebih suka buka pintu lebar2 
buat
> bos-bos BULE.
> 
> Coba kalau ANAK BANGSA yang mau bikin usaha, waduh. Di gencet 
habis-habisan,
> dengan semua perbendaharaan birokrasi yang ada. Sudah modal pas2an 
digencet
> pula, gimana sanggup maju ?
> 
> 
> 
> Regards,
> Paulus T.
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke