sebagai bandingan: waaah, jika pada tahun 1970-an biaya hidup di yogya 150 ribu, itu mahasiswa mewaah. saya hidup di yogya antara tahun 1968-1977, pada awal tahun 1970-an, dengan 25-30 ribu, setiap bulan saya bisa membeli buku di loakan sekitar 5-6-7 buku, majalah basis, horison, budaya jaya, beli koran eceran. soal yang mungkin kini dihadapi mhs adalah gaya hidup dan pola konsumsi: sangat mungkin mereka memilih membeli pulsa atau mengganti hape ketimbang buku. walaupun saya juga masih menemui banyak mahasiswa yang membeli buku loakan, misalnya di solo dan yogya. salam: halim hd.
--- chairil sanie djailany <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Memang saat ini biaya hidup minimal di yogya mungkin > kisaran 500 ribu ya pak Halim, tapi yang saya beri > contoh adalah tahun tujuh puluhan (sekitar 70 > s.d.78) dan itu adalah fakta karena saya sendiri > sebagai pelaku kejar ilmu di yogya saat > itu.........tapi sudah tentu saat itu juga mahasiswa > luar daerah yang punya budget jutaan cukup banyak, > dan yang jelas baru handy talky yang dibanggakan > oleh mahasiswa tergolong the have. > > Dan saya juga tidak yakin dengan usulan bajakan > kalau posting saya terdahulu disebut sebagai usulan > melakukan pembajakan apabila diterapkan saat ini, > karena yang namanya murah menjadi relatif pada > situasi kesenjangan ekonomi (antara punya dan tidak > punya) dinegara kita saat ini. > > salam, > csd
