Pak John, Sinetron sebagai komoditas ekspor non-migas? Haha..Boleh juga tuh Pak. Ke negara tetangga juga boleh tuh..Malaysia juga bisa dibilang "haus" akan hiburan spt sinetron Indonesia, spy Indonesia jgn hanya mengekspor TKI :P Mengenai film Indonesia, saya juga sangat mengapresiasi film-film non-klenik/mistis. Tapi Pak John, durasi penayangan film Indonesia yg bergenre non-klenik/mistis di bisoskop ternyata sangat pendek. Misalnya, film Kala yg disutradarai Joko Anwar baru-baru ini! Jujur saja, saya bersemangat ingin menonton film itu, karena melibatkan pemerintahan di negeri antah-berantah yg mirip dgn negeri kita ini...Saya hendak menonton film itu ketika 2 minggu setelah film tersebut ditayangkan, karena saya sibuk ngerjain skripsi :P Ehh, ternyata, film tersebut sudah tidak lagi ditayangkan di bioskop-bioskop yg ada di Bandung!! Bayangkan Pak, hanya 2 minggu! Ternyata, memang bioskop lebih memilih utk menayangkan film Spiderman 3 yg promosinya gila-gilaan...Nahh, pemerintah kita memang sangat cuek bebek terhadap perlakuan tidak adil terhadap film Indonesia Pak. Coba Bpk baca di tulisan yg dibuat Nia Dinata berikut ini!! Kalau film Indonesia diperlakukan sebagai film kelas dua di negerinya sendiri...APA KATA DUNIA?? Berikut URL dari tulisan Nia Dinata tsb http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/kolom/kolom-nia-dinata-umur-film-indonesia-di-bioskop-3.html
Salam prihatin, Patrick Hutapea --- In [email protected], john simon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Setuju, bung Patrick. > > Sebenarnya kalau kita mau dan bisa belajar dari Bollywood, Sinetron Indonesia-pun dapat dijadikan komoditi ekspor non-migas :P, minimal ke Timor Leste. > Apalagi "major PH" di Indonesia, mayoritas dipimpin oleh Punjabi bersaudara, jadi mudah aksesnya ke Bollywood. > > Khusus untuk film layar lebar, mengenai tema, para sineas muda kita cukup kaya dengan issue yang hangat seperti Poligami ("Berbagi Suami"), terorisme, budaya lokal ("Mendadak Dangdut") dll. Jadi tidak hanya romantika pacaran anak SMU, klenik-mistik, perebutan harta warisan dan sejenisnya yang biasa kita tonton sampai "mbelenger" di layar teve setiap hari. > > Salam.
