Di Tunisia APBN untuk pendidikan 26.2%. Sekolah digratiskan dari SD 
sampai dengan Perguruan Tinggi.

Kapankah Indonesia dapat memberikan pendidikan gratis bagi rakyatnya?
We hope so someday

--- In [email protected], "Agus Hamonangan" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0705/15/humaniora/3532553.htm
> =======================
> 
> Program kependudukan, terutama keluarga berencana atau KB, di 
Tunisia
> mendapatkan prioritas sangat tinggi dari pemerintah setempat.
> Pengembangan kebijakan dan strategi umum dari program tersebut
> dilakukan oleh Population Council yang berada langsung di bawah
> perdana menteri.
> 
> Population Council merupakan lembaga nonstruktural yang anggotanya
> terdiri atas beberapa menteri terkait, ilmuwan, tokoh
> masyarakat/agama. Population Council mengadakan pertemuan sekali
> setahun untuk menentukan kebijakan serta strategi program yang akan
> dijalankan.
> 
> Dalam menjalankan fungsinya, Population Council dibantu oleh
> sekretariat yang berada di lingkungan Office of National Family and
> Population (ONFP, badan yang mengurus KB dan kependudukan di 
Tunisia).
> Walaupun Tunisia menganut faham desentralisasi, kebijakan yang
> dikeluarkan oleh Population Council harus dijalankan oleh seluruh
> menteri terkait dan juga oleh pemerintah tingkat provinsi dan 
distrik.
> 
> Yang mengagumkan dari Tunisia adalah ternyata pejabat pemerintahan 
di
> semua lini memahami persoalan KB dan kependudukan. Jadi, program KB
> bukan hanya urusan ONFP, melainkan semua pejabat publik.
> 
> Termasuk di antaranya adalah Menteri Agama Tunisia Boubaker Khzouri
> yang sangat memahami masalah KB dan kependudukan. Realitas itu
> terungkap saat delegasi Indonesia (rombongan BKKBN dan para ulama
> Indonesia) bertemu Boubaker Khzouri di kantornya di Tunis, 18 April 
2007.
> 
> Tidak hanya Menteri Agama Tunisia, Rektor Universitas
> Zitouna—universitas Islam tertua di dunia yang ada di kota
> Tunis—Bouyahia Salem pun begitu fasih menjelaskan kebijakan, 
strategi,
> serta pelaksanaan program KB di Tunisia. Ini tidak lepas dari
> tingginya komitmen politik negara terhadap program tersebut.
> 
> Empat faktor
> 
> Kependudukan/KB merupakan salah satu pilar dalam strategi 
pembangunan
> Tunisia. Koordinasi pelaksanaan program ini berada langsung di bawah
> perdana menteri melalui Population Board.
> 
> Dari paparan yang mereka sajikan, ada empat faktor kunci 
keberhasilan
> program kependudukan dan KB di Tunisia. Selain tingginya komitmen
> politis dari pemerintah, tiga faktor kunci lain adalah struktur 
serta
> rencana kerja yang jelas dan diikuti oleh seluruh pihak terkait 
sampai
> ke tingkat daerah, dukungan dari tokoh agama, serta penggerakan
> masyarakat. Dalam pertemuan dengan rombongan BKKBN dan ulama
> Indonesia, terungkap bahwa faktor pertama dan kedua merupakan dasar
> dari semuanya.
> 
> Pencapaian program kependudukan, khususnya pengendalian pertumbuhan
> penduduk, di Tunisia relatif lebih maju daripada Indonesia. Tingkat
> pertumbuhan penduduk, kelahiran dan kematian (total, bayi, anak 
serta
> maternal) jauh di bawah Indonesia.
> 
> Tingkat kesertaan ber-KB relatif sama dengan Indonesia, tetapi 
metode
> kontrasepsi yang digunakan lebih banyak yang bersifat jangka 
panjang,
> seperti IUD dan operatif. Tampaknya ini yang menyebabkan mengapa 
total
> fertility rate (TFR) di Tunisia relatif lebih rendah daripada
> Indonesia, yaitu 2,1.
> 
> Dalam konteks keberlangsungan kerja sama yang tertuang dalam MOU 
(nota
> kesepahaman) yang ditandatangani Pemerintah Indonesia dan Tunisia di
> Bali pada bulan November 2006, dalam kesempatan kunjungan ke Tunisia
> tersebut, delegasi Indonesia mengundang ulama Tunisia untuk hadir
> dalam pertemuan ulama seluruh Indonesia yang direncanakan akan 
digelar
> BKKBN pada bulan Juni atau Juli 2007.
> 
> Kedua belah pihak pun sepakat untuk saling mengirimkan tenaga guna
> mengikuti pelatihan di kedua negara. Tidak hanya itu, Pemerintah
> Tunisia bahkan berminat untuk melakukan pembelian kondom dari
> Indonesia. Rincian rencana tersebut akan dibahas pada waktu 
pertemuan
> di China, di mana kedua negara akan hadir.
> 
> Terkait dengan rencana pembelian kondom tersebut, tim dari Tunisia
> akan melakukan kunjungan ke Indonesia pada bulan Juni 2007. Delegasi
> Indonesia juga menyampaikan kemungkinan kunjungan parlemen Indonesia
> ke Tunisia untuk melihat pelaksanaan program KB di negara tersebut
> pada akhir Mei atau Juli mendatang. (LOK)
>


Kirim email ke