Laporan Wartawan Kompas Sarie Febriane

http://www.kompas.co.id/ver1/Metropolitan/0705/15/190401.htm
========================

JAKARTA, KOMPAS - Wartawan dari surat kabar Koran Tempo MH (24)
dilecehkan oleh seorang polisi, saat akan meliput di Mabes Polri,
Selasa (15/5). Peristiwa itu sempat membuat MH terguncang hingga
gemetar dan menangis tersedu-sedu ketika menceritakan peristiwa itu
kepada teman-teman wartawan lainnya. 

Karena shock, MH tidak sanggup mengingat nama polisi tersebut. Namun,
ia menuntut agar rekaman CCTV yang terpasang di dekat tempat kejadian
bisa segera dibuka. Hingga kini, polisi tersebut belum ditemukan.
"Kejadiannya cepat sekali. Saya shock enggak mengira. Yang saya ingat
nama depannya Ch. Setelah itu apa tidak ingat," ujar MH. 

MH akhirnya melaporkan peristiwa itu ke Divisi Profesi dan Pengamanan
(Propam) Mabes Polri. Kepala Divisi Propam Inspektur Jenderal Gordon
Mogot berjanji akan mencari hingga ketemu polisi tersebut. Menurut
Gordon, pihaknya pasti dapat menemukan polisi yang bersangkutan.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.15 di samping gedung Badan
Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Ketika itu MH sedang
berjalan menuju ke Bareskrim, tempat di mana para wartawan biasa
berkumpul menunggu narasumber. Saat melintas di samping gedung itu,
dari arah yang berlawanan melintas juga seorang polisi. 

Pada saat berpapasan, polisi itu memanggil MH sambil berjalan
mendekat. Di hadapan MH, polisi itu lalu berkata tak senonoh sambil
menunjuk-nunjuk ke arah dada MH dari jarak dekat. Sontak saja MH shock
tidak mengira diperlakukan seperti itu. MH sempat berujar pada polisi
itu akan melaporkan perilaku tak senonoh itu. 

Polisi itu hanya menanggapi sambil tertawa dan segera berlalu
meninggalkan MH. Masih dalam keadaan shock, MH lalu berlari sambil
menangis ke rekan-rekan wartawan lainnya di Bareskrim. "Tangan dia
(MH-red) sampai dingin waktu cerita, wajahnya pucat," ujar seorang
wartawan radio yang menenangkan MH. 

MH juga mengaku pernah mengalami pelecehan fisik beberapa waktu lalu.
Namun, MH tidak berani meributkan peristiwa itu. "Saya pernah
dicolek-colek lengan saya sama polisi waktu masuk gerbang Mabes. Tapi
saya enggak berani ngelawan," ujar MH.

MH sempat kesulitan ketika akan mengadukan peristiwa tersebut ke
Propam. Alasan petugas di Propam, MH tidak bisa menyebut nama lengkap
polisi itu. MH hanya mengingat bahwa polisi tersebut mengenakan
pakaian dinas lapangan teknis (PDLT). MH bahkan sempat disuruh petugas
Propam untuk mencari sendiri polisi tersebut  baru melapor lagi. MH
juga sempat kesulitan ketika minta agar rekaman kamera CCTV di samping
gedung Bareskrim dibuka untuk bisa mengetahui sosok polisi tersebut.

 

Copyright 2006 Kompas Group

--- In [email protected], "Totot" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Seperti apakah bentuk pelecehannya?
> Apakah sudah tersentuh secara fisik?
> Atau ada kata2 jorok?
> Ataukah memandangi dgn penuh nafsu?
> 
> Kronologinya kok gak ada ya?


Kirim email ke