Di milis ini, Ulil, kata "teori" nyaris sudah menjadi kata yang diharamkan. 
Begitu orang mulai ngomong teori, maka biasanya segera disambut dengan berbagai 
ejekan. Ujung-ujungnya, yang ditembak adalah akademisinya, atau bahkan ilmunya. 
Banyak orang ngak mau meluangkan waktu buat memahami. Pengennya langsung 
menangani, meksi kadang lupa bahwa apa yang hendak ditanganinya itu belum 
secara komprehensif dia pahami.
   
  Riset-riset yang bersifat mikroskopik dan lokal sebetulnya mencoba memperoleh 
pemahaman yang komprehensif tentang suatu kasus dalam sebuah konteks yang 
lokal. Tentu saja, dalam jangka panjang, diharapkan bahwa pelbagai riset pada 
tataran lokal ini dapat secara bersama-sama memperlihatkan suatu pola yang rada 
umum. Dari situ, riset teoretis yang sifatnya lebih universalistik bisa mulai 
diluncurkan.
   
  manneke

Ulil Abshar-Abdalla <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Salam,
Tulisan Prof. Meuthia yang dikirimkan oleh Mas Agus di
bawah ini sudah semestinya menjadi diskusi internal
yang menarik di lingkungan ilmuwan sosial di
Indonesia.

Di tengah-tengah kondisi sosial yang kacau di
Indonesia saat ini, memang dapat dimaklumi jika semua
pihak menghendaki perubahan yang bukan saja nyata,
tetapi juga cepat.

Tetapi, artikel Prof. Metuhia sangat baik karena
memberikan peringatan bahwa sebelum soal perubahan
diangkat kedalam percakapan, soal lain juga penting:
bagaimana kita memahami kondisi dan konteks dengan
baik. 

Saya senang sekali Prof. Meuthia membuka masalah yang
sudah mulai banyak dilupakan orang ini.

Ulil 

Ulil Abshar-Abdalla
Department of Religion
Boston University

--- Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> Oleh Meuthia Ganie-Rochman
>
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0705/16/opini/3504686.htm
> ====================
> 
> Tidak banyak orang sadar, sejak pertengahan 1980-an
> terjadi proses
> polisentrisasi sekaligus pengerangkengan konsep dan
> teori dalam riset
> bidang pengetahuan sosial.
> 
> Kecenderungan pertama mempunyai beberapa karakter.
> Pertama, lingkup
> riset dan karya ilmiah bertujuan menjawab aneka
> pertanyaan yang lebih
> praktis dan berlingkup lebih sempit.
> 

Kirim email ke