Setuju pak Budi Satria.....
  Kebencian terhadap sesama manusia Indonesia masih menyelimuti jiwa Indonesia. 
Semoga satu waktu nanti kita semua dapat melihat segala sesuatu-nya dari sudut 
pandang yang rasional dalam arti dalam diri setiap manusia terdapat yang baik 
dan yang kurang baik. Untuk menjadi bangsa yang besar kita tidak saja di tuntut 
untuk menumpas yang jelek tapi kita  juga di tuntut untuk mengedepankan dan 
menonjolkan hal2 yang baik dari ke-jelekan yang ada.
  Kembali ke Amin Rais...kalau betul Amin Rais adalah di anggap maling(tidak 
jujur) oleh sebagian masyarakat, maka Amin rais adalah maling yang paling jujur 
di bumi. 
  Kalau mau pilih dari banyak maling maka saya pilih maling yang mengaku maling 
daripada memilih maling yang tidak mengaku maling. Sudah maling menipu 
pula......
   
  Mengenai "ilmu kritik" saya harus setuju juga dengan pak Budi maklum di 
kampung saya banyak orang masih berbicara pakai parang. Di FPK ini rasanya 
lebih nikmat karena kita mampu berbicara pakai bahasa.
   
  Salam
  .
   
  budi satria <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Ada perbedaan yg sangat mencolok antara "ilmu"" kritik dan "ilmu" 
tidak suka. Nah, kalo pada dasarnya tidak suka, ya salah saja. Mau benar di 
salahin, apalagi melakukan salah. hehehehe.
Sebagai mahasiswa komunikasi, mungkin sebaiknya anda bertanya kepada dosen 
Effendi Gazali atau Tjipta Lesmana yg juga member FPK.

salam berantas korupsi tegakkan demokrasi
salam jangan salah pilih pemimpin nasional
ibud

Kirim email ke