Yaa itulah. Terlepas dari bagaimana masing masing kita, secara obyektif atau
subyektif, dengan ilmu cinta atau ilmu tidak suka, dengan ilmu kritik atau ilmu
eyel eyelan, terlepas dari itu semua....kini ada pintu untuk mendesak dibukanya
soal ini ke publik. SBY sudah membantah, juga membantah adanya bantuan dari
luar negeri....bagaimana dengan yang lain ? Wiranto, Mega, Hamzah ?
Walaupun saya bukan pengagum Amien Rais (jauh dari itu) dan juga tetap tidak
terlalu benar bahwa Amien Rais yang lebih dulu bicara di TV dalam menentang
Suharto, namun harus diakui bahwa "pintu" tersebut eksis karena pernyataan dia.
Soalnya sekarang, apakah bola ini akan terus digulir setelah SBY membantah
hal tersebut ? Yang pasti KPK sudah mengatur posisinya yaitu bahwa soal itu
bukan wewenang dia, melainkan wewenang pengadilan Pemilu...jadi pengadilan
biasa yang mestinya diselesaikan dengan aktor utama KPU, PANWASLU dan POLRI.
KPU sudah tinggal tiga orang yang aktif, Panwaslu sudah bubar (kini banyak
aktifisnya di Perludem).
Tidak lama lagi, kasus ini akan hilang dan dilupakan..he he he he
Salam,
Irry
ghozangmail <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Melihat penuturan Pak RD semalam...sayapun tak kuasa menitikan air
mata Pak
Suhaimi.
Kemudian statment beliau terkait hampir di setiap departmen ada "uang
siluman" seperi dana DKP ini.......mudah2an ada bima kunthing-bima kunthing
yang lain yg siap menjlentrehkan...tanpa harus dikrangkeng baru bersuara.
Pertanyaan saya..MUNGKINKAH..???
Duh kasihan nasib anakku nanti kalau bangsa ini masih dipimpin oleh "setan
berkedok manusia"
salam prihatin,
bapakeghozan