http://www.kompas.com/kompas-cetak/0705/21/humaniora/3541542.htm
===================

Jakarta, Kompas - Pembentukan karakter yang baik bagi generasi penerus
harus dimulai ketika seseorang masih kecil. Karena pada usia emas
inilah nilai-nilai yang baik akan lebih mudah dicerna oleh anak-anak.

"Pentingnya pengembangan karakter bangsa sebagai dasar untuk
menciptakan generasi yang unggul dan memiliki daya saing," kata salah
seorang pendiri Indonesia Heritage Foundation (IHF), Sofyan A Djalil
saat peluncuran buku Semua Berakar pada Karakter karya Ratna Megawangi
di Jakarta, Sabtu (19/5).

Buku ini merupakan kumpulan artikel Ratna, wujud kepedulian Ratna
terhadap isu-isu permasalahan bangsa yang berakar pada karakter.

Ratna memaparkan, pengasuhan ramah otak (Brain Base Parenting) sangat
penting dalam membentuk manusia secara utuh (holistik) dengan
mengembangkan aspek fisik, emosi, sosial, kreativitas, spiritual, dan
intelektual anak secara optimal.

"Semua dimensi kita kembangkan dan kita masukkan ke dalam modul-modul
pendidikan. Ramah otak yang dimaksud adalah bagaimana orangtua
mendekati anaknya dengan metode yang diarahkan agar otak dapat
berkembang dengan baik, dengan pengembangan karakter yang baik," papar
Ratna Megawangi.

Pada kesempatan itu diberikan penghargaan kepada para mitra IHF yang
telah membangun lebih dari 322 institusi pendidikan prasekolah di
seluru Indonesia. Sekolah-sekolah itu di bawah nama Semai Benih Bangsa
di daerah tertinggal.

IHF juga membantu beberapa perusahaan menjalankan program Corporate
Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan karakter. "Sekolah
ini bersifat mandiri, tidak ada peran pemerintah," katanya. (LOK) 

Kirim email ke