http://www.kompas.com/kompas-cetak/0705/21/Politikhukum/3541602.htm
=======================

Jakarta, Kompas - Pemilihan Umum Presiden 2009 tinggal dua tahun lagi.
Para politisi papan atas pun mulai pasang strategi. Mantan Ketua Dewan
Perwakilan Rakyat dan juga mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar
Tandjung tak ketinggalan. Dia mulai menyusun barisan.

Akbar tidak membentuk partai politik, tetapi membentuk organisasi
kemasyarakatan. Organisasi itu dia namakan Barisan Indonesia (Barindo).

Mengambil momentum Hari Kebangkitan Nasional, Minggu (20/5), Akbar
meluncurkan ormasnya di Tugu Proklamasi. Banyak warga datang. "Ini
partainya Pak Akbar," ujar sejumlah warga yang berkerumun di lapangan
ketika ditanya Kompas. Mereka semua berkaus putih dengan lambang
bendera merah putih yang ditopang tangan aneka warna.

Akbar sendiri selaku Ketua Dewan Pembina Barindo ketika ditemui seusai
acara menegaskan Barindo tidak akan menjadi partai politik. Misinya
hanyalah mempertahankan nilai dasar konsensus bangsa, yaitu Pancasila,
UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Misi lainnya adalah
mengembangkan jaringan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di
pedesaan. "Kalau partai, nanti hanya untuk kekuasaan. Kedudukan
politik saya sudah cukup. Saya sudah jadi Ketua DPR, Ketua Umum Partai
Golkar. Sekarang untuk pengabdian kepada masyarakat," papar Akbar.

Ditanya apakah Barindo sebagai kendaraan untuk maju di RI 1 atau RI 2,
Akbar hanya tersenyum. "Sama sekali tidak ada pikiran untuk ke sana,"
ucapnya.

Kalaupun ada perhatian ke sana, menurut Akbar, dia akan melihat dulu
apakah Partai Golkar akan melakukan konvensi pemilihan calon presiden
atau tidak.

"Kalau konvensi aturannya fair, mungkin akan dipertimbangkan untuk
ikut. Tapi, kalau aturan tidak sesuai, tidak akan paksakan untuk
ikut," ujarnya.

Ditanya lebih jauh soal kemungkinan dirinya dipinang partai lain
dengan dukungan Barindo, Akbar kembali tersenyum. "Bisa saja. Tapi,
itu masih di luar jangkauan analisis," ucap Akbar Tandjung. (SUT) 

Kirim email ke