Dear Mbak Kiki,
Sebelum saya menulis artikel ini, saya sudah membuktikan soal Slip Biru
tadi. Dan contoh hal yang saya tuliskan di artikel adalah contoh hal yang
nyata yang dilakukan tetangga depan rumah saya Drh. Leonard Parulian Sitepu.
Sekitar 1 minggu setelah kejadian saya, Bpk Drh. Leonard menerobos lampu
merah perempatan Mampang-Kuningan, dicegat oleh Polisi yang sepertinya
memang mencari orang-orang yang menyalahi aturan. Dan apapun dalihnya, bapak
Leo ini adalah seorang idealis yang lebih memilih membayar pajak/denda resmi
dari pada undertable. Sore hari ketika beliau sampai di rumah, dengan
bangganya dia menunjukkan Slip Biru kepada saya. kebetulan kami sampai
dirumah dengan waktu yang hampir selalu bersamaan. Hanya terseyum kecil saya
menanggapinya sambil bergumam, "Lha wong ditilang kok senenge ngkoyo ngene
pa'e. pa'e..". Dan keesokan sorenya, beliau kembali menunjukkan SIMnya yang
sudah kembali ke tangannya dengan tersenyum puas, beliau berkata, "Cuman 15
menit dek. Ambil di polsek Mampang situ lah. 50rb aja. Resmi pula kan",
dengan aksen daerahnya yg kental. Dan dari beliaulah saya tahu kalau denda
yang di kenakan pada kendaraan beroda dua paling besar Rp. 30.000 Itu juga
kalau pelanggarannya terbilang berat. Seperti tidak membawa surat-surat saat
mengendara.

Sekali lagi... Saya hanya sekedar berbagi pengalaman.

Cheers,
_______________________________________________________
Jolanda D Matakupan
Project Manager
The Jakarta Delirium
Event Organizer, Production House, Architect & Interior Design, Export
Import Delivery Services.
e-mail: : [EMAIL PROTECTED] delirium. com
Phone : +6221.30730701
Mobile : +62811.176.706




On 5/22/07, kiki sulistiyani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Oh ya ya? bisa ya begitu? aduh kalo tiga hari yang lalu aku baca artikel
> ini pasti udah aku coba...
>
> Hmm tapi kalo polisinya ga mau ngasih slip biru gimana? Dari cerita di
> kisah ini, polisi ga mau ngasih slip biru karena lebih baik dapat 20 ribu
> daripada ga sama sekali. Betul begitu? Tapi kalo ternyata polisi itu memang
> ngasih slip biru, trus selanjutnya bagaimana dan apa benar kejadiannya nanti
> bakal semudah yang tertulis di kisah ini?
>
> Oh ya sekedar sharing...tiga hari yang lalu, saya dan suami naik motor dan
> ditilang polisi dengan alasan "kalau mau belok ke kanan, ambil jalur kanan
> jangan jalur kiri" Awalnya kami memang mau lurus, tapi karena berubah
> pikiran, (dan melihat banyak juga yang seperti kami, belok ke kanan tapi
> tetap di jalur kiri) maka kami tetap di jalur kiri...dan walhasil
> priiiiiit..polisi itu dengan tidak takut mati (ga takut ketabrak)
> memberhentikan kami yang sedang dalam laju yang cukup lumayan kencang....
>
> Awalnya suami mencoba nego dengan memberi uang sepuluh ribu (kami ga mau
> langsung ngasih harga tinggi)...tau ga jawaban polisi itu???
> "Wah, mendingan uangnya buat mas beli es aja deh....!" Sakit ati ga
> sih....
> Trus berdatanganlah dua orang polisi lagi..sehingga lengkap 3 orang...(Iya
> sih kalo 10 ribu dibagi tiga berarti masing2 cuma dpt 3 ribu...)
>
> Akhirnya kami mengalah dengan memberikan 20 ribu...(setelah nego agak
> mengesalkan...)
>
> Sori ya kalo jadi curhat...tapi makasih info slip birunya....

Kirim email ke