Memang keterlaluan bangsa kita yang tidak mempertimbangkan rasa keadilan dan
perikemanusiaan. Contohnya bangsa eropa yang dikenal dengan zakelijk nya masih
memberikan kesempatan kepada tahanan untuk pulang dan melakukan acara2 keluarga
perpisahan dengan istri atau suami yang meninggal selama yang bersangkutan
ditahan di bui dan tidak sebaliknya jenazah yang dibawa ke bui. Aturan mana sih
yang me legal kan situasi seperti ini. Apakah ini aturan baru jaksa agung yang
terhormat yang baru dilantik dalam resufle kabinet yang naik kejenjang kursi
empuk dengan menginjak injak hak azasi manusia2 yang tidak punya kekuatan
politik. Yang punya kekuatan politikpun masih di diskriminasi. Tolonglah bapak2
serta ibu2 para pejabat negara. Jabatan kalian tidak kekal dan jangan mengambil
kesempatan dalam situasi kesukaran masyarakat membela diri. Saya sangat
prihatin dengan kejadian ini, dan semoga tidak terjadi lagi dikemudian hari.
Pejabat2 kita sudah nggak punya rasa perikemanusiaan
sampai2 istri meninggalpun masih di diskriminasi. Kepada keluarga korban saya
turut berduka cita.
Salam prihatiiiiin banget.
BS
jktlabdg <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Waduh, sampai hati banget petugas yang berwenang berlaku demikian ya.
Apakah alasannya, sampai terjadi hal demikian?.
Apakah tidak terpikirkan oleh mereka, bila suatu saat hal tsb akan
menimpa mereka ya?.
Saya turut prihatin sekali pada keluarga tsb.
Apakah kalau dengan memberi sesuatu, baru boleh diijinkan keluar
sebentar untuk melihat terakhir kalinya jasad isterinya?.
Diharap jangan sampai terulang kejadian tsb yang mengenaskan.
Biarlah kita2 saling membantu orang2 yang membutuhkan pertolongan.
Biarlah Tuhan memberikan kekuatan dan penghiburan kepada suami tsb &
sanak keluarganya dan mengirimkan orang2 untuk membantunya.
Lily