Ini nampaknya wong AS sedikit memiliki arogansi yang
  berlebihan!
  Tommy and Bambang kan sekedar jumpa konco lawas
  yang sue ora ketemu, apa salahnya sih?
   
  Lomba tembak menembak kan biasa saja, kok perlu diributin?
  Jangan-jangan nanti mereka (Tommy dan Bambang) malah ngamuk
  dan ngancam mau jadi wong Canada, sorry, USA saja....
  Bagaimana kalau begitu, Uncle Sam?
   
  :=))
  Salam
  Las.
  

Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          http://www.kompas.com/kompas-cetak/0705/30/Politikhukum/3563427.htm
======================

Jakarta, Kompas - Kehadiran dua putra mantan Presiden Soeharto, Hutomo
Mandala Putra alias Tommy Soeharto dan Bambang Trihatmodjo, dalam
Lomba Menembak Terbuka Hari Ulang Tahun Ke-55 Korps Pasukan Khusus TNI
Angkatan Darat atau Kopassus di Sukoharjo, Jawa Tengah, April lalu,
dipertanyakan Pemerintah Amerika Serikat.

Bahkan, Amerika Serikat (AS) keberatan dengan kehadiran keduanya dan
menganggap TNI masih belum reformis karena masih dekat dengan kekuatan
masa lalu. Sikap AS yang mempersoalkan kejadian itu dibenarkan Menteri
Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono, Selasa (29/5), seusai menerima
kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Hill.

"Itu termasuk yang disinggung dalam pertemuan tadi. Saya jelaskan,
kehadiran mereka bukan di Cijantung (Markas Kopassus), tetapi di Solo
saat lomba menembak. Keduanya hadir sebagai peserta dan Pak Qurnuen
(Komandan Jenderal Kopassus) tentu menyambutnya, just as a matter of
courtessy (sebatas untuk kesopanan)," ujar Juwono.

Kebetulan, kata Juwono, keberadaan kedua putra Soeharto bersama
jajaran Kopassus itu difoto dan disebarluaskan, termasuk diterima di
AS. Akibatnya, muncul kesan institusi TNI, khususnya Kopassus, masih
tunduk pada mantan Presiden Soeharto.

Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayor Jenderal Rasyid Qurnuen
Aquari pernah menjadi anggota Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres)
pada masa pemerintahan Soeharto.

Tidak berdampak

Menhan membantah kalau peristiwa itu kemudian berdampak pada kerja
sama militer antarkedua negara. Walau begitu, kejadian itu sempat
diramaikan sejumlah lembaga swadaya masyarakat di AS maupun Australia.

Bahkan, seorang anggota kongres dari negara bagian New York, tambah
Juwono, berusaha mencuatkan kembali isu pembatasan (restriction)
bantuan militer terhadap TNI, seperti pernah terjadi sebelumnya.
"Tetapi, kata Christopher Hill, tak ada masalah soal itu. Semua kan
cuma permainan pencitraan saja," katanya.

Juwono percaya hubungan militer kedua negara akan pulih. Setidaknya
tahun ini ada 150 latihan militer kedua negara, walau dibatasi di
tingkat regu, yang beberapa di antaranya melibatkan Kopassus.

Secara terpisah, Danjen Kopassus menilai aneh kalau AS
mempermasalahkan kehadiran kedua putra mantan Presiden Soeharto dalam
lomba menembak itu. Keduanya datang sebagai atlet, bukan undangan khusus.

"Kami tak berpolitik. Kegiatan itu tak ada kaitan dengan politik. Itu
kan lomba terbuka, siapa saja yang datang harus disambut dengan baik,"
kata Qurnuen. (dwa) 



         

 
---------------------------------
Bored stiff? Loosen up...
Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke