Bung Las
Uncle sam is always right, beda budaya disana sama disini, kalo disini orang
mudah memaafkan, mudah melupakan, coba saja kalo dipooling : apakah suharto
dimaafkan ? pasti banyak rakyat yang ngasih jawaban : maafkan saja kan sudah
sepuh kita harus mikul duwur mendem jero, termasuk beberapa temen di milis ini
punya pendapat senada.
kenapa Tommy bisa cepat diterima dimana-mana setelah keluar dari bui, bahkan
bisa mempengaruhi 2 orang menteri supaya bisa pakai rekening negara, transfer
duit hasil money laundering. kesimpulannya karena orang sudah memaafkan dan
melupakan dosa-dosa tommy suharto dan bapaknya.
soal BPPC, mobil timor, iuran televisi , monopoli jeruk dll dan seribu kepres
yang dikeluarkan selama bapaknya jadi presiden yang semuanya diteken untuk
menguntungkan bisnisnya, orang- orang sudah memaafkan dan mulai melupakan,
itulah begonya kita, jangan kaget kalau tahun 2009 tommy jadi calon anggota
legislatif bahkan mungkin mencalonkan diri jadi gubernur DKI ? walahualam.
lantas duit yang dirampok bapaknya dari republik ini bagaimana urusannya ??
ya sudah kita maafkan saja. begitukan maunya...
salam
iwan
Lasma siregar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ini nampaknya wong AS sedikit memiliki arogansi yang
berlebihan!
Tommy and Bambang kan sekedar jumpa konco lawas
yang sue ora ketemu, apa salahnya sih?
Lomba tembak menembak kan biasa saja, kok perlu diributin?
Jangan-jangan nanti mereka (Tommy dan Bambang) malah ngamuk
dan ngancam mau jadi wong Canada, sorry, USA saja....
Bagaimana kalau begitu, Uncle Sam?
:=))
Salam
Las.