Kita tak usah membicarakan siapa ayah Soeharto. Percuma, hanya buang-buang 
waktu , tenaga dan pikiran. Yang penting kita semua tahu,sadar dan mengerti 
bahwa Pak Harto adalah pemimpin Indonesia yang telah diberi kesempatan untuk 
memerintah negeri dan bangsa ini selama 32 tahun dengan cara yang otokratis 
tetapi tidak banyak berbuat besar untuk bangsanya. Bandingkan dengan Park Chung 
Hie di Korea Selatan, Lie Kwan You di Singapura dan Mahatir Muhammad di 
Malaysia. Carut marut dan bobroknya bangsa Indonesia samapai sekarang ini 
adalah produk dari pemerintahan Soeharto yang lama tetapi tanpa makna itu. Jadi 
kalau ada orang yang menganggap zaman pemerintahan Soeharto adalah zaman 
normal. Wah nggak tahu lagi ya , kira kira apa yang ada di hati dan di otak 
orang tersebut.Kalau mereka bekas kroni yang mendapatkan derajat, pangkat dan 
semat berlebihan ketika itu ; tentu dapat dimaklumi! Mungkin kalau mau 
pragmatis dalam mencari normalitas zaman. Yang paling normal adalah zaman
 kolonial ketika Indonesia masih bernama Hindia Belanda. Murah sandang pangan 
dan sego pecel satu sen dapat 3 pincuk! apa ya begitu!? Salam Tjuk Kasturi 
Sukiadi   

Iwan Wibawa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          betul sekali bung, pendapat 
bung suhartatdi teddy mewakili sekelompok masyarakat yang melewati jaman orde 
baru dan orde reformasi dalam kemapanan, sehingga semuanya bisa diatur, bisa 
dimaafkan, permisive, makanya bangsa kita nggak maju-maju, nggak tegas, petak 
umpet, tepo salira, kucing-kucingan, jadilah bangsa kita tikus yang memamah 
remah-remah sisa bangsa lain.

salam
iwan

Kirim email ke