Pak Rohkmin ini memang dasarnya gak bener, sudah tahu kalau masuk jadi 
menteri banyak korupsi, masak gak bisa bedakan mana korupsi mana 
nyogok, terus menyalahkan sistem, lha kalau begitu mending ngurusin 
akuarium laboratorium perikanan IPB saja.

sekarang Pak Anton Apriantono juga begitu, jadi Menteri Pertanian 
[untung belum kena reshufle], tapi di bawahnya 4,000 orang birokrat 
karatan semua, bahkan banyak lulusan IPB yang saking sudah karatan 
masuk birokrasi sana, sudah menjadi bebal, gak bisa diajak ngomong 
logika, pikirannya sudah seperti Sutiyoso semua.

kejadian yang sama dengan Sri Mulyani dan anaknya Pang Lay Kim, gak 
bisa berbuat lebih dari jarak 10 meter dari ruangan kantornya, tembok 
birokrasi taidak bisa ditembus, tidak bisa dipakai, tidak bisa 
digerakkan, karena kurang oli.

Kasihan rakyat, benar kata Try Sutrisno, ekonomi mengalami stagnasi.  
lha piye, menteri gak bisa membedakan mana korupsi mana nyogok?

Kalau anaknya mantan menteri saja frustasi, bagaimana anaknya tukang 
parkir? lha mau imigrasi kemana? jadi TKI?

salam,
Goen 

--- In [email protected], "rzain" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 4 anak Rokhmin mengancam berimigrasi ke Canada jika tidak 
diperlakukan 
> adil. Adil bagaimna? Dia yang pecundang untuk mengamankan 
kedudukannya 
> sebagai Menteri sogok kiri  kanan dari uang korupsi tentu saja perlu 
> dihukum bersama orang2 yang mengaku dan terbukti menerima uang 
> sogokan. Yang tidak ngaku dan tidak dapat dibuktikan tentu saja aman.
> Biarlah 4 calon pecundang pergi dari negeri ini.
> 
> rzain
>


Kirim email ke