Pak komandan yang seorang jenderal, tolong berikan penjelasan secara transparan
karena peluru pantulan tidak akan kenasasaran sampai 4 terbunuh. Ini adalah
bual pak komandan yang saya kategorikan sebagai pengecut dan melindungi anak
buah yang tolol dan emosional. Pecat mereka kalau bapak komandan konsekwen
sebagai pimpinan yang sejati dan bukan sebagai pimpinan yang loyo dan membual
kiri kanan. Jelaskan duduk perkara sebenarnya dan interogasi ke 13 marinir ini
secara transparan tanpa bapak komandan mempengaruhinya. Siapa pelakunya harus
diganjar dengan sanksi dan hukum seberat beratnya tanpa tebang pilih. Tegaslah
dalam bertindak sebagai komandan. Kalau nggak berani silahkan ambil pensiun
dini.
Salam
BS
loekyh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Trims mas Totot, mas Tri Handoko dan mas Toyo, benar sekali komentar
anda.
Memang berita-berita dan laporan berbagai tim mengindikasikan bahwa
paling-paling cuma satu-dua orang di antara 13 marinir yang menembak
ke arah tanah dan tidak mengejar-ngejar penduduk. Lebih banyak marinir
lain yang menembak langsung, bahkan mengejar-ngejar penduduk, saya kira.
Tetapi ketika diintrogasi komandan, tentu saja cuma satu-dua orang
mariner tsb yg berani bicara terus-terang semacam berikut "Siap pak,
saya cuma menembak ke tanah tiga kali dan pelurunya mantul sampe 10
kali sehingga nyasar ke 10 orang lain" :-(. Marinir yang lain cuma
menunduk diam.
Ketika saya berkomentar tidak ada pihak yang 100% benar atau salah,
pikiran saya menduga ada AKAR MASALAH lain yang lebih mendasar, bukan
sekedar pihak ke 13 marinir vs pihak penduduk.
Sesuai berita yg saya dengar, saya menduga ada pemanfaatan secara
komersial tanah milik AL tsb oleh pihak lain yang menguntungkan
segelintir individu2, mungkin beberapa pejabat AL. Pihak2 inilah yg
memerintahkan patroli rutin tsb karena mereka tentu saja merasa
dirugikan dan tersaingi oleh keberadaan penduduk yang juga
memanfaatkan tanah tsb.
Salam