Prasangka... yah prasangka...

Benar juga kata pak Loekyh, kenapa ya DPR tidak mau
menginterpelasi presiden utk hal2 yg riil macam
penanganan Lapindo, karut marut dunia perhubungan,
kasus SBY vs AR, atau kasus2 lain yg lebih layak
diberi porsi serius drpd sekedar prasangka...

Sepertinya selalu deh kita lebih berkutat ngurusi orang jauh,
drpd ngurusi bangsa sendiri... mbok ya sadar kalau mrk itu
perwakilan rakyat Indonesia, bukan rakyat negara lain.

DPR oh DPR, bisanya kok bikin 'heboh' media doang...


salam,
totot



----- Original Message -----
From: "loekyh" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, June 05, 2007 12:51 PM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Liat kuman di seb laut,, gajah dipelupuk
mata, Re: Interpelasi Iran


> Hebat 'visi' (penglihatan) jarak jauh para pengusul interpelasi:
> Muhtar Ngabalin cs. Sebab utk mereka berlaku pepatah kuno: kutu di
> seberang lautan terlihat jelas, gajah di pelupuk mata tak kelihatan,
> padahal gajahnya juga banyak punya kutu, he, he, he.
>
> Seandainya hak interpelasi diadakan karena pemerintah tak mampu
> menangani berbagai masalah ekonomi, pendidikan, dsb, pada khususnya
> menangani masalah segede gajah di tanah sendiri, mis. masalah lumpur
> LAPINDO, masalah layanan KA yang bolak-balik anjlok relnya, masalah
> kronis di sektor pertanahan yg berbuntut kasus Meruya, kasus penembaka
> n rakyat di Pasuruan, dsb, saya akan mendukung DPR menggunakan hak
> interpelasi ini.
>
> Tetapi mendukung interpelasi untuk masalah di seberang lautan sono?
>
> Tadi malam si Ngabalin yang nyebelin ini cuap2 di wawancara SCTV
> (tayangan Ngabalin terakhir yang saya lihat dan ingat di TV adalah
> ketika beliau sedang gebrak2 meja). Menurut beliau, pokoke presideen
> harus datang di sidang interpelasi. Kalau SBY tidak datang dan hanya
> diwakili 3 orang menterinya, artinya secara institusi (menurut
> interpretasi Ngabalin dong), presiden menghina institusi DPR dan si
> Ngabalin akan 'walkout' dari sidang interpelasi.
>
> Emangnya lembaga/institusi kepresidenan itu hanya SBY doang anggotanya
> sehingga tak bisa diwakilkan? Kan yang ikut voting di PBB mewakili
> pemerintah Indonesia (bukan cuma mewakili satu lembaga: kepresidenan)?
> Jadi wajar siapa pun wakil pemerintah bisa mewakili menjawab hak
> interpelasi tersebut di DPR.
>
> Lagi pula, penilaian Ngabalin cuma berdasarkan PRASANGKA (yg bisa
> benar dan bisa juga salah) bahwa "... pemerintah Indonesia di PBB
> pasti sudah jadi kaki tangan Amerika. Alasannya, SBY sempat ketemu 4
> mata selama 45 menit dg Bush dan udah pasti Bush bisik2 sesuatu ke SBY
> dalam masalah Iran ini. Mana tahu ketiga menteri di atas isi bisik2
> SBY dan Bush?" kurang lebih demikian kata2 si Ngabalin.
>
> Reseh banget ini orang, secara mental maksa2 cari tahu isi pembicaraan
> dua orang presiden. Prasangka sih prasangka, tetapi memaksakan
> prasangka milik sendiri selalu benar, saya kira ybs sudah perlu
> berobat, eh bertobat, ke orang yang diprasangka negatif.
>
> Salam


Kirim email ke