Ibu Dian, Terima kasih atas keterangannya. Semoga perjuangan INFID berhasil 
walaupun beberapa kelompok menganggap bahwa tuntutan penghapusan utang akan 
merendahkan martabat bangsa. Oh ya, jika tidak keberatan bisa diinformasikan 
juga berapa sebenarnya jumlah utang yang menurut kriteria kriteria INFID 
seharusnya dihapus...dan dari negara mana saja ? Berapa persen total utang yang 
selayaknya dihapus dibandingkan dengan total utang seluruhnya saat ini ?
   
  Soal kondisi kapal eks Jerman timur itu saya sendiri melihatnya. Kalau tidak 
salah ingat ditahun akhir 1994 atau awal 1995, berkempatan ngelihat kapal kapal 
itu di utara Jerman. Betul betul besi tua...rongsokan. Teknisi teknisi jerman 
sedang mengecat dan mendandani kapal kapal tersebut dan Fredy Numberi (sekarang 
menteri DKP) memimpin beberapa puluh marinir ikut mengawasi "perbaikan" kapal 
tersebut. Saya ingat ada seorang pengusaha yang juga hadir disitu....bisik 
bisik yang saya dengar waktu itu, dia membeli senjata senjata eks Sovyet untuk 
dikirim ke suatu negara di Afrika (yg sedang konflik) dengan cara nunut dalam 
salah satu kapal yang akan diberangkatkan ke Indonesia. Ini bisik bisik yang 
tentu saja tidak bisa diverify..he he he.....dan ketika kemudian dilaporkan ada 
satu kapal yang tenggelam dalam pelayaran ke Indonesia..saya langsung curiga 
jangan jangan kapal yang itu.....he he ini juga tidak bisa diverifikasi 
sehingga jangan dipercaya juga....
   
  Saya pernah mendengar ada model debt swap untuk reforestasi yang kemudian 
dilanjutkan dengan pembayaran atas konservasi hutan tropis tersebut. Logikanya 
adalah bahwa hutan tropis itu menjadi jantung dunia yang memproduksi oksigen 
yang dipakai oleh penduduk dunia, sehingga penduduk dunia harus membayar 
sejumlah dana atas oksigen yang dihasilkan kepada negara yang melakukan 
konservasi. Apa benar ada mekanisme ini ?
   
  Terima kasih.
   
  Salam, Irry.
  

Dian Kartika Sari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Pak ignas yang baik, 

Betul bahwa Jerman telah memberikan debt swap khususnya untuk pendidikan.
INFID memonitor pemberian Debt swap ini. 
Dalam surat INFID kepada Kanselir Republik Federal Jerman Ibu Dr Angela Merkel 
juga disampaikan apresiasi atas debt swap yang telah dilakukan oleh pemerintah 
Jerman. 
Tetapi debt swap itu tidak menyelesaikan masalah. Terlalu kecil dibanding 
jumlah utang yang ada. 
Disamping itu pemerintah Indonesia seringkali kesulitan merealisasi Debt swap 
itu karena tidak punya dana.

Sasaran INFID adalah penghapusan utang. 
Terutama utang-utang yang tidak memberikan manfaat bagi masyarakat dan 
pemerintah Indonesia,
penghapusan utang yang tergolong illegitimate (tidak sah) yaitu utang yang 
secara proses tidak sah, 
menimbulkan kerugian, ada indikasi korupsi dan atau mengakibatkan suatu negara 
terjerat utang-utang baru.

kasus pembelian 39 kapal perang bekas Jerman Timur adalah contoh kasus nyata 
dari apa yang saya sampaikan,
yaitu utang yang tidak sah karena kapal-kapal itu tidak dapat digunakan 
sebagaimana mestinya. Sudah rusak dan jadi besi tua.
Bahkan pemerintah kemudian membuat utang baru untuk memperbaiki beberapa kapal 
supaya diopersaikan. 
Toh dari utang baru itu tidak memberikan manfaat juga. Alhasil Indonesia masuk 
dalam jerat utang.

Itulah sebabnya kita meminta pemerintah Jerman menghapuskan utang atas 
pembelian, perbaikan dan pengiriman kapal-kapal tersebut.
Sesungguhnya pemerintah Jerman sudah mendapatkan keuntungan dengan 
dipindahkannya kapal-kapal tersebut ke Indonesia.
Karena tidak perlu repot-repot memikirkan masalah untuk menempatkan atau 
membuang besi tua tersebut. 

Penghapusan utang untuk pembelian Kapal juga sudah ada presedennya.
Pemerintah Norwegia menghapuskan utang 5 negara berkembang yaitu : Ekuador, 
Mesir, Jamaica, Peru dan Sierra Leone yang membeli kapal-kapalnya 
dan mengalami jebakan utang.

Harapannya, dengan penghapusan utang ini Indonesia memiliki dana lebih memadai 
untuk mengatasi masalah kemiskinan dan mencapai tujuan dan target MDGs 
(Millenium Development Goals). Jangan lupa, kata pemerintah dari 400 kabupaten 
dan kota di Indonesia, 199 nya termasuk kabupaten/kota tertinggal/miskin. 

Untuk itu mohon dukungan dan doanya agar advokasi ini bisa berhasil dan 
memberikan manfaat bagi masyarakat banyak 
Jika Ibu, Bapak, dan kawan-kawan di Forum ini berkenan memberikan dukungan, 
silakan kunjungi website Infid di: www.infid.org dan dukungan dikirimkan ke 
[EMAIL PROTECTED] 
Anda akan menjadi bagian dari orang-orang di seluruh dunia yang mendukung 
advokasi ini. 

Terima kasih. 

Wah jadi kampanye di FPK...ini 
Maaf ya Mas Agus sang moderator FPK
Saya memenuhi panggilan Pak Ignas Iryanto. 

salam 
dks

Kirim email ke