Ingin ikut nimbrung nih ... On 6/8/07, Awang BinSaS <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Lhooohh... belom2 kok sdh takut dibantai dan dipojokkan..?? > Berarti Presiden takut untuk beradu argumen dengan DPR dong kalo takut > berdebat.... > Apa yang harus ditakuti presiden kalo dia yakin dengan keputusannya...??? > Kenapa presiden yg seorang jendral, doktor, takut berargumen..?? > Kenapa minder..?? > Bukankah dengan kapasitas SBY seperti itu lebih dr cukup untuk > mempertahankan pendapatnya..??
Begini mas, kalau yg kita ajak diskusi atau argumen, orang2 yg open minded/terpelajar/punya agenda yg jelas, ya pastinya presiden mau meladeni. Tapi kalo yg diajak diskusi atau argumen orang2 yang modelnya kaya anggota DPR sekarang, wah, yg ada makan ati doang alias gak nyambung alias gak "nyampe". Lhhoo...masalah Iran juga penting karena menyangkut poilitik luar negeri > Indonesia. Ini menyangkut wibawa Indonesia. Jangan cuma SENDIKO DHAWUH > dengan Amerika. Malu dong kita negara besar gak punya sikap tegas dan > pendirian yang independen. > Masak sih kita hanya bisa mem-beo negara lain.. Mas, presiden kita bukan presiden bodoh. Dan lagi, gak mungkin lah di zaman sekarang ini ada presiden suatu negara negara yg "menggencet" presiden negara lainnya, apalagi negara yg "digencet" ini merupakan negara muslim terbesar. Coba kita buang deh pemikiran demikian. Selain itu, setelah kejadian Irak, apa kata negara lain kalau ketahuan AS benar2 "menggencet" Indonesia atau dengan kata lain mempengaruhi negara kita untuk ikut mendukung policy mereka. Mempunyai pendapat yg kebetulan sama dgn yg lain, bukan berarti kita mem-"beo". Ntah darimana anda punya asumsi demikian. Tentang sikap negara-negara Arab sendiri tidak peduli, bukan berarti kita > harus juga bersikap demikian. Kita tidak usah meniru sikap mereka yang tidak > mau membela yang benar. Sikap negara-negara Arab itu sikap penakut juga > karena para pejabatnya hanya ingin cari selamat saja. > Sikap-sikap seperti ini bukan sikap negara yang berwibawa. Justru dari situ, seharusnya anda menyadari. Mereka saja yg bertetangga, ikut tidak mendukung policy Iran ini. Artinya mereka juga mempunyai "fear" akan disalahgunakannya nuklir ini oleh Iran. Kok anda yg notabene tinggal jauh, malah ribut mendukung Iran. Nanti kalau ternyata apa yg ditakutkan negara2 tetangga Iran terbukti, entah bencana nuklir atau penyalahgunaan nuklir, apakah anda nanti mau bertanggung jawab? Btw, anda berasumsi bahwa negara2 Arab tidak mau membela yg benar? Mmmm, darimana anda punya asumsi itu? Please deh, jgn mengambil kesimpulan sedangkal itu. SALAM > ======= Cheers, Dewono [Non-text portions of this message have been removed]
