Info terakhirnya menarik juga tuh .. asal jangan disuruh 
megangin "Drachen-fliege" aja sebagai indikator angin gede .. he .. 
he .. Wesser Kurier dari Bundesland mana? Ehem. DDR ya? Dimana bisa 
dapetin info lebih jauh .. jeweiliges Arbeitsamt oder bestimmten 
Vermittler?
Salam,
Bodo

--- In [email protected], "Ignatius Sapto Condro" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> iscab:
> 
> Setahu saya, sekarang sudah ada fuel cell yang tidak menggunakan 
hidrogen,
> tetapi menggunakan metana atau metanol. Metana dan metanol bisa 
diperoleh
> dari proses biologis. Banyak bakteri yang bisa memproduksi metanol 
maupun
> metana. Efisiensi fuel cell yang menggunakan metanol atau metana 
sekitar
> 30%, memang berbeda dengan kalau pakai hidrogen yang 90% ke atas.
> 
> Saya sempat melihat suatu Laptop Toshiba menggunakan fuel cell yang
> menggunakan metanol. Mungkin 10 tahun lagi Laptop ini bisa jadi 
Laptop DPR
> dan DPRD kita. :-)
> 
> DI beberapa universitas di dunia, salah satunya Uni Duisburg-
Esssen, lagi
> ada penelitian nanoteknologi yang bisa membuat solar cell (sel 
surya) yang
> berukuran lebih tipis, mudah digulung, tidak beracun (menggunakan 
teknologi
> Silikon), dan lebih murah. Mungkin 10-15 tahun lagi, bisa masuk 
pasar dan
> biaya per kWh untuk solar cell bisa murah.
> 
> Di Jerman, banyak pertanian dan peternakan yang tidak hanya 
menjual produk
> agraria saja. Banyak juga yang menjual listrik. Pada peternakan dan
> pertanian di Jerman terdapat pembangkit listrik tenaga angin. 
Sepertinya
> pembangkit listrik akan lebih merakyat kalau berbentuk tenaga 
angin, tenaga
> air mikrohidro, dan tenaga surya. Oh, ya, di Jerman, menurut koran 
Weser
> Kurier, banyak lowongan pekerjaan akibat pembangkit listrik tenaga 
angin.
> 
> 
> Condro
> 
> 
> On 6/15/07, bodo_kerlchen <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Rekan-rekan FPK yth,
> > Terutama Bu Reni,
> > Thema "fuel cell" memang sungguh sangat menarik dan amat sangat
> > menjanjikan sebagai "Tomorrow's Energy"?? Tapi kok pembahasannya
> > terkesan hanya sambil lalu gitu? Tentu akan banyak rekan yang 
lebih
> > gembira bila Ibu dapat menginformasikan mengenai perkembangan
> > terakhir dari teknologi tersebut, dan apakah benar pemerintah 
kita
> > sudah mulai/sedang berfikir kearah itu? Bila iya, tentu sangat
> > positive, namun tentu masalahnya tidak sesederhana yang Ibu 
uraikan,
> > sebab sejauh yang saya ketahui pada awal 2004, para ahli di Eropa
> > masih belum mendapatkan solusi "jitu" dalam memproduksi H2 yang
> > effective dan ramah lingkungan, agar proses "keseluruhan" dalam
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke