Yth. Paduka Raja yang Insya Allah dirahmatinya di t4. 1. Justru karena Gus Sholeh & KH.Hasyim Muzadi berstatus sebagai tokoh, makanya mereka itu dapat sumbangan dari Pejabat. coba kalo saya apa mungkin bisa dapat sumbangan dari Pejabat ? kenapa ? karena saya bukan tokoh, saya ga punya nilai politis ya tho...? Jaaaadiii betul kata Pak.Tri Handoko Seto azas pemerataan dan Keadilan menjadi terabaikan, pada hal dana yang disumbangkan oleh si Pejabat itu bukan uang pribadi si pejabat ! melainkan uang seluruh rakyat NKRI. Bahkan tidak tertutup kemungkinan loh Paduka ! entah sekian rupiahnya itu merupakan dan atau berasal dari "PPN & PPH" saya.
2. Apa Paduka tidak kawatir kalo para santri yang suka menerima sumbangan dari Pejabat itu kelaknya menjadi tidak mandiri ? karena merasa berhutang budi ? katakanlah suatu saat si santri tadi menjadi Jaksa atau Hakim atau apalah namanya dan berbarengan dengan itu kebetulan si Pejabat yang dulu nyumbang e... terkena dugaan KORUPSI ! yang kasusnya secara kebetulan ditangani pulak oleh si santi tadi, apa ga jadi mumet 7 x 7 keliling Paduka ? Sementara itu dulu Paduka....monggo disambit, e...maap salah maksudnya dilanjut. Wassalam, Suhaimi ----- Original Message ----- From: Maulana Raja Aisyana To: [email protected] Sent: Monday, June 18, 2007 12:32 PM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Gus Dur, Suka Dibohongi (Utk Tuan Suhaimi) Apa yang salah dengan sumbangan. Banyak pesantren dan masjid-masjid terima sumbangan. Tanpa sumbangan pesantren dan masjid tidak bisa bertahan hidup. Bayangkan santri-santri di pesantren NU sekolah dengan biaya di bawah standar, tapi mereka berhasil menyelesaikan sekolah bahkan perguruan tinggi. Semua itu karena pesantren menerima berbagai sumbangan. Bahkan Presiden SBY setiap ke daerah dan ke pesantren menyumbang dana yang jauh lebih besar. Apa yang salah dengan sumbangan tuan Suhaimi? Hasyim dan Salahuddin jangan dilihat sebagai pribadi tapi sebagai tokoh yang punya lembaga dan dibutuhkan. salam raja
