Mang,
   
  Selagi kita masih muda, amat sangat susah mempelajari hal-hal yang memerlukan 
ketekunan, pengertian, pasrah kepada Tuhan, dan hal-hal lain untuk mencapai 
pada kebiasaan dimana dengan mudah kita akan memaafkan, tetapi tidak melupakan 
hal-hal yang telah terjadi pada diri kita karena hati kita yang paling dalam, 
telah disakiti orang.
   
  Bagi saya untuk dengan mudah memaafkan hal-hal yang telah amat menyakitkan 
hati saya, memakan perjalanan yang panjang dan melelahkan.
  Lebih dari tiga tahun saya harus belajar Yoga, latihan bernafas yang teratur, 
berdoa tanpa henti dan meyerahkan diri kepada Tuhan YME (yang benar-benar 
pasrah), baru sekarang saya bisa benar-benar memaafkan hal yang telah terjadi, 
walaupun saya tidak bisa melupakan semua kejadian-nya. 
  Sekarang ini saya belajar untuk melupakan semua hal yang telah menyakitkan 
hati saya, dan saya rasa saya sudah cukup berhasil.
   
  Dengan rasa pasrah kepada Tuhan YME, juga berpikir yang positive lah kita 
bisa membantu diri kita sendiri untuk tidak mempunyai rasa dendam, sakit hati 
sampai ingin mati.
  Untung saya gemar sekali membaca, itu juga sangat membantu berkonsentrasi 
kepada apa yang sedang kita baca. Membuat pikiran kita tidak selalu memikirkan 
rasa sakit hati kita.
   
  Jadi Mang Ucup, "Forgive, but not forget" itu mudah dikatakan, tetapi sulit 
dijalankan. Apalagi kalau menyangkut rasa hati dan kehidupan kita.
  Kalau cuman hal-hal yang sepele seperti masalah dengan teman-teman dikantor, 
sahabat kita mah begitu selesai mengeluarkan rasa kesal kita, saya langsung 
lupa deh.
   
  Salam,
  Yuli

mangucup88 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Pernyataan itulah yang sering kita dengar. Dan ini memang satu 
kenyataan yang tidak bisa dipungkiri, karena satu kebohongan besar 
apabila seseorang yang telah disakiti entah sekecil apapun juga; 
bisa melupakan kejadian tersebut. Hanya bedanya tidak melupakan 
bukannya berarti harus di ingat terus menerus. 

Apakah anda tahu, bahwa pada umumnya kita akan lebih mudah untuk 
dapat memaafkan seorang musuh, daripada memaafkan orang yang kita 
kasihi. 

Pada saat kita belum mampu memaafkan otomatis kejadian-kejadian yang 
menyakitkan tersebut akan selalu menghantui kita siang dan malam. 
Tetapi setelah kita bisa memaafkan tidurpun bisa tenang dan tidak 
akan terganggu lagi oleh mimpi2 buruk. Memaafkan bukannya berarti 
harus melupakan kejadian tersebut ataupun mengakui bahwa apa yang 
mereka lakukan itu benar ! Tidak sama sekali, yang salah tetap salah 
dan tidak bisa dibenarkan, hanya bedanya pada saat kita; memaafkan 
berarti kita tidak mau mengingatnya lagi.

Enak aja, Gw yang disakiti selama bertahun-tahun, apakah harus 
dimaafkan secara begitu saja, seperti juga pepatah panas setahun 
dihapus oleh hujan sehari ! Disinilah letak kesalahan pemikiran 
anda !

Keuntungan utama dari memaafkan, bukannya untuk orang yang bersalah 
kepada kita melainkan untuk diri kita sendiri. Melalui memaafkan 
kita dapat melepaskan seluruh beban sakit hati kita; maupun stress 
yang membebani dan menyiksa diri kita selama ber-bulan2, bahkan ber-
tahun2. 

Dengan memaafkan hati dan pikiran kita bisa jadi langsung plong 
lepas dari segala beban sakit hati ini ! Tanya saja sama diri 
sendiri, apakah anda senang dengan adanya siksaan yang anda rasakan 
sampai dengan sekarang ini ? Tiap kali teringat akan kejadian 
tersebut sama seperti juga luka yang digarami dan diberikan cuka 
terus-menerus, sehingga dengan mana, luka batinnya akan terasa nyeri 
terus dan sampai kapanpun juga tidak akan bisa sembuh ! Obat mujarab 
dari luka batin yang benar2 cespleng hanya ada satu saja ialah: 
Memaafkan!

Prinsip hidup yang saya pegang ialah: saya tidak akan bisa merubah 
orang lain, tetapi saya bisa merubah diri saya sendiri. Saya tidak 
akan bisa merubah perasaan dari orang pernah menyakiti hati saya, 
tetapi saya bisa merubah perasaan saya sendiri, dengan memaafkan, 
sebab memaafkan itu adalah pilihan. 

"Forgiveness Is a Choice"; memaafkan itu adalah pilihan yg hanya 
bisa ditentukan oleh Anda sendiri. Bagi mereka yg tidak bisa dan 
tidak mau memaafkan, maka mereka akan tersiksa, karena pikiran dan 
batinnya akan selalu kotor, disamping itu hubungan dgn yg bersalah 
pun akan selalu tetap buruk sehingga luka batinnya hingga kapan pun 
juga tidak akan mungkin bisa dipulihkan lagi.

Lucu tapi nyata, kita bersedia mengorbankan segala-galanya mulai 
dari waktu hingga uang untuk bisa sembuh, tetapi sakit batin kita; 
tetap kita pelihara. Disamping itu untuk bisa sembuh tidak perlu 
bayar entah berupa uang maupun waktu. 

Orang yang dapat memaafkan kesalahan seseorang adalah orang yang 
baik, sedangkan yang dapat memaafkan dan melupakan kesalahan 
seseoran adalah orang yang bijak, tetapi orang yang dapat memaafkan 
dan melupakan kesalahan seseorang „sebelumnya" orang tsb minta maaf 
adalah orang yang memiliki sifat illahi. 

Mang Ucup – The Drunken Priest
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.net



         

       
---------------------------------
Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke