Kalau untuk sumbangan 17 Agustusan yang jumlahnya mungkin tidak terlalu besar, menyelusuri uangnya berasal dari mana mungkin tidak terlalu signifikanlah. Tetapi kalau sumbangan di atas Rp 10 juta saya rasa si penerima sumbangan perlu tahu asal-usul uang tsb. Kalau uang tersebut uang halal yang dicari dengan cucuran keringat, apa ya orang begitu mudah untuk menyumbangkannya, kecuali ada udang di balik batu? Pakai logika sajalah. Salam.
--- Suhaimi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Betul sekale Bapake....analogi sederhananya gene > Bapake... > > Misale anak Bapake pulang ke rumah mbawa oleh-oleh > dari luar katakanlah misale gampangnya buah Mangga > dech... > Saya hakkul yakin pasti Bapake akan bertanya kepada > si anak Bapake tadi "Nduk or Tole" iki dapat dari > mana ? > benar ga demikian Bapake ? > > Wssalam, > Suhaimi
